jaringberita.com - Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis melepas keberangkatan 306 Relawan Pengajar Muda Gerakan Sumut Mengajar di Halaman Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (13/1/2023).
Mereka adalah para kaum muda pilihan yang merasa terpanggil untuk mengabdikan diri meningkatkan pendidikan dan literasi di Sumut.
Para Relawan Pengajar Muda Batch 13 tersebut rencananya akan mengabdi selama 18 hari, di empat daerah kabupaten, yakni Kabupaten Karo sebanyak 51 relawan, Kabupaten Simalungun 120 relawan, Kabupaten Pakpak Bharat 75 relawan, dan Kabupaten Deliserdang 60 relawan.
Nawal mengatakan, Gerakan Sumut Mengajar sebagai ruang bagi kaum muda untuk ikut terlibat belajar mengambil bagian dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah, salah satunya rendahnya literasi di kalangan masyarakat.
“Saya sangat terharu dan merasa bangga, masih banyak kaum muda yang peduli kondisi pendidikan di Sumut, bahkan saya mendengar semua anak-anak muda ini asli Sumut, walau kuliah di luar Sumut, tetapi libur semesternya mengabdi untuk Sumut," ungkapnya.
"Saya apresiasi kepada kalian semua anak-anaku, kalian pahlawan-pahlawan literasi, kalian ini luar biasa, sungguh ini langkah cerdas yang patut dicontoh orang muda lainnya," sambungnya.
Menurut Nawal, literasi Sumut masih begitu rendah karena masih banyak ditemukan masyarakat di Kabupaten/Kota di Sumut yang buta membaca. Untuk itu, diharapkan gerak langkah kaum muda yang tergabung di Relawan Sumut Mengajar tersebut, menjadikan Sumut melangkah menuju provinsi yang lebih baik, sehingga hadir generasi-generasi unggul.
Pembina Gerakan Sumut Mengajar Dwi Endah Purwati menjelaskan, Gerakan Sumut Mengajar ini adalah gerakan yang memanggil anak-anak muda Sumut untuk terjun dan melihat langsung, berperan dan belajar mengabdi untuk Sumut.
“Awalnya tahun 2015 gerakan ini berdiri, waktu itu ada 30 orang kumpulan anak muda yang ingin dimbimbing menjadi relawan, pertama kali di daerah Pancurbatu. Seiring karena tugas yang begitu padat sehingga tidak bisa mendampingi mereka terus, saya pikir sudah mati, ternyata malah makin membesar dan tercatat sudah 1.500 relawan yang pernah bergabung di gerakan ini,” kenangnya.
Lebih lanjut dijelaskan Dwi, sebelum menjadi relawan mereka terlebih dahulu diberikan berbagai perbekalan. Pekerjaan yang wajib dilaksanakan relawan selama pengabdian yakni, membantu pihak sekolah yang membutuhkan dan membuka rumah literasi/rumah pintar di mana mereka ditempatkan untuk memberi pembelajaran tambahan bagi anak-anak didik yang berkunjung ke rumah pintar.
Direktur Eksekutif Sumut Mengajar Fauziah Qadriah menyampaikan, proses seleksi calon relawan dilaksanakan pada Oktober 2022 dengan jumlah terdaftar seluruh calon pengajar muda 988 relawan, terdiri dari berbagai kampus di Indonesia.
"Dari 988 yang mendaftar, kemudian terseleksi akhirnya meluluskan 306 pengajar muda Gerakan Sumut Mengajar Batch 13," tandasnya.