“Hacker berklasifikasi rendah saja bisa membobol data negara. Di sini jelas kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi negara lebih rendah dari Bjorka. Lawak emang,” kata @ Alessandronal.
Akun @Dekgam2106 mengaku cemas jika dikatakan Bjorka hanya level rendah. Soalnya, kata dia, faktanya data private yang dipegang lembaga negara bisa kecolongan. “Sungguh memilukan,” keluh @Dekgam2106.
“Katanya serangan Bjorka cuma intensitas “rendah”, tapi kok harus melibatkan banyak lembaga negara memburu segelintir oknum begituan,” sindir @ AntsTrend.
Akun @Motivasi_S mengatakan, Bjorka boleh saja dibilang rendah, tapi faktanya dia bisa masuk, tidak ketahuan dan tidak terlacak dalam mencuri data warga. Sehingga, kata dia, tidak penting sejauh mana hacker masuk dan berapa banyak dia ambil data.
“BSSN jangan banyak sesumbar karena serangan intensitas rendah saja kecolongan. Nanti kalau dinaikkan intensitasnya malah kelabakan. Nggak usah nantang-nantang lah kalau masih rendah ilmunya,” wanti-wanti @BW.
Akun @smithJo menilai komentar BSSN tidak bijak dan terkesan malah menantang. Dia mengingatkan, jangan kaget bila Bjorka akan beraksi lagi dengan membongkar data yang levelnya lebih berat. “Komunikasi publik dari BSSN tidak smart,” kritiknya.
Akun @Andi_endekan menambahkan, mau serangan intensitasnya rendah, sedang atau tinggi, tetap saja namanya bisa dijebol oleh hacker. Hal ini sungguh memalukan. Karena bagaimanapun, kata dia, yang dijebol adalah data negara atau rakyat banyak bukan individu.
“Tugas BSSN adalah menjaga data seluruh rakyat Indonesia dengan aman dan tidak bisa dibobol hacker. Kalau nggak mampu mundur saja,” pinta @ Analyst.