AS Takut Rusi Ikut Cawe-cawe


AS Takut Rusi Ikut Cawe-cawe
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken

“Kami jelas khawatir dengan apa yang akan dilakukan Rusia. Mereka bisa saja mengacau, campur tanhan atau menggunakan isu ini untuk mengalihkan perhatian,” ujarnya dilansir Rm.id.

Namun di saat AS sibuk menuduh Rusia bakal meraup keuntungan dari konflik Armenia-Azerbaijan, Moskow mengklaim berhasil membuat Armenia-Azerbaijan sepakat menerapkan gencatan senjata, usai militer kedua negara kembali bentrok di perbatasan dalam beberapa hari terakhir.

Rusia menegaskan keberhasilan itu tidak luput dari peran Presiden Vladimir Putin yang telah melakukan segala cara untuk menghentikan bentrokan yang telah menewaskan hampir 100 orang dari kedua belah pihak.

“Sulit untuk melebih-lebihkan peran Rusia, peran Presiden Putin secara pribadi. Presiden Putin secara natural melakukan segala upaya membantu meredakan ketegangan di perbatasan (Armenia-Azerbaijan),” ujar Juru Bicara Kremlin, Dimitry Peskov, Selasa (13/9) seperti dikutip Reuters, kemarin.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Moskow telah meminta kedua negara, terutama angkatan bersenjatanya, untuk menahan diri dan secara ketat mematuhi gencatan senjata.

“Kami meminta para pihak menahan diri dari eskalasi situasi lebih lanjut, menahan diri dan secara ketat mematuhi gencatan senjata, sesuai dengan pernyataan trilateral antara pemimpin Rusia, Azerbaijan, dan Armenia pada 9 November 2020, 11 Januari, dan 26 November 2021,” bunyi pernyataan Kemlu Rusia di laman web-nya.

“Kami berhubungan dekat dengan Baku dan Yerevan. Permintaan gencatan senjata diterima dari kepemimpinan Armenia untuk membantu meredakan situasi. Kami berharap, kesepakatan yang dicapai sebagai hasil mediasi Rusia tentang gencatan senjata mulai pukul 09.00 waktu Moskow pada 13 September akan dilaksanakan secara total,” tambahnya.


Tag: