jaringberita.com -Sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di dalam Holding Ultra Mikro (UMi), berjalan mulus.
Dalam satu tahun, mereka berhasil mengintegrasikan 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan mencapai Rp 183,9 triliun.
Pengamat Perbankan dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Doddy Ariefianto mengapresiasi capaian ditorehkan Holding UMi.
Menurutnya, sinergi ketiga entitas besar tersebut, telah membuktikan interlink digital yang kuat bagi pelaku usaha. Terutama di segmen Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) dan usaha ultra mikro nasional.
Apalagi, saat pandemi interlink digital di segmen tersebut sudah terkelola cukup baik. Pasalnya, di masa pandemi masyarakat cenderung bertransaksi secara digital (dalam jaringan).
Dan mengurangi interaksi secara langsung dalam kegiatan ekonomi. Artinya, kendati tiga entitas ini menyasar masyarakat kelas bawah, namun mereka sudah mengemasnya dalam layanan digital.
“Mereka telah memprediksi ekonomi digital akan lebih dominan,” ujar Doddy.
Lebih jauh, Doddy menilai, Holding UMi telah membuktikan diri sebagai mitra bagi usaha yang biasa dilakoni wong cilik itu. Mereka hadir dengan produk pembiayaan dan pemberdayaan yang murah.
Ia meyakini, kehadiran Holding UMi ke depan semakin memperkuat interlink ekonomi digital dengan produk pembiayaannya. “Terlebih BRI sudah cukup kuat dengan banyak cabang dan dibantu oleh Pegadaian dan PNM,” kata Doddy.
Sementara dari tataran internal holding, setiap anggota akan mengoptimalkan semua sumber daya yang dimiliki. Sehingga melalui integrasi tersebut, penguatan interlink digital pelaku usaha ultra mikro semakin maksimal.
Bahkan, ia melihat, permintaan secara nasional terkait interlink digital di segmen tersebut nantinya akan terpenuhi lebih baik.
“Karena digitalisasi ini mau tak mau harus menyentuh hingga pelaku usaha di tataran paling bawah. Karena akan lebih aman dan memberikan jasa layanan yang lebih efisien,” yakin Doddy.
Sebelumnya, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, sejak dibentuk pertengahan September 2021, Holding UMi berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat inklusi keuangan.
Ini bisa dilihat dari capaian nasabah serta total outstanding pembiayaan UMi, yang selaras dengan salah satu agenda prioritas dalam Presidensi G20 di Indonesia. Yakni inklusi keuangan, yang utamanya terkait teknologi digital dan akses pembiayaan bagi UMKM.
Bahkan BRI berhasil menaikkelaskan 1,8 juta nasabah KUR (Kredit Usaha Rakyat) Mikro ke Komersial di tahun 2021.
“Dan di tahun 2022, diprediksikan nasabah yang berhasil dinaikkelaskan mencapai 2,2 juta nasabah,” ucap Sunarso dalam keterangan resmi, Rabu (14/9).
Tak hanya dari sisi pembiayaan, hingga Agustus 2022 integrasi layanan ketiga entitas atau colocation melalui Gerai Senyum (Sentra Layanan Ultra Mikro) sudah mencapai 1.003 lokasi. Sedangkan target awal adalah 978 lokasi Gerai Senyum.
Selain itu, dilansir dari RM.id, penabung baru UMi mencapai 6,85 juta, dari target awal sebanyak 3,3 juta. Nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang bergabung sebagai Agen BRILink sudah mencapai 40.121.
Sunarso bilang, tujuan holding yang diinisiasi Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), mulai menampakkan hasil positif. Di mana ketiga entitas diarahkan untuk semakin mampu melayani masyarakat sebanyak mungkin hingga segmen usaha terkecil, dengan biaya seefisien mungkin.