jaringberita.com -RAMAI kalangan menyorot, demo sekelompok orang diduga bayaran pengusaha 'kerah hitam' yang resah atas berdirinya Rumah Tahfidz Siti Hajar di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Massa mengintimidasi dan mengancam bakar, disikapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Deli Serdang. Ketua Amir Panatagama S.Pdi, menghimbau agar persoalan tersebut disikapi dan ditempuh jalan mediasi supaya visi relegius rukun dalam kebhinekaan dapat terwujud.
"Kita tetap mendukung kegiatan proses belajar tahfidz quran tanpa mendiskriminasikan pengembangan usaha perekonomian umat,"kata Amir kepada wartawan, Sabtu (17/9).
Beredar sebuah video mengatasnamakan warga, menolak adanya Rumah Tahfidz juga disikapi Forum Umat Islam (FUI), yang menduga aksi itu diaktori oknum pegawai tempat bisnis terdekat.
"Saya menyikapi tentu tidak gegabah atas unjuk rasa pada video beredar. Saya langsung menghubungi pemilik pesantren untuk membicarakan itu. Ternyata, pemiliknya kenal saya, saat pengajian di bank,"kata Ketua FUI Sumut, Indra Suheri, kepada wartawan, Jumat (16/9).
Diketahui kalau pesantren tersebut sudah berdiri 1970 an, dan dulunya memiliki santri atau tahfiz sebangak 30 an orang secara gratis. Luas area itu sekitar 3,4 Hektar, sebagian bangunan pesatren dan sebagian lahan produktif.
"Saat saya telepon kepada pemilik, tanah itu bersertifikat hak milik dari keluarga besar ibu tersebut dan memiliki IMB. Sekarang yang menghuni pesantren tinggal 10 dari 30 orang sebelumnya. Karena ada teror pihak yang berkesan preman atau pihak lainnya,"tambahnya.