Tidak Masalah Presiden Melarang Bukber, Tetapi Pastikan Konsumsi Tetap Jalan


Tidak Masalah Presiden Melarang Bukber, Tetapi Pastikan Konsumsi Tetap Jalan
Gunawan

Jadi pedagang ayam ini memiliki harapan supaya penjualan naik nanti saat menjelang Idul Fitri. Saya tidak mempermasalahkan bahwa acara buka bersama di larang dikalangan pejabat ASN.

Tetapi saya mengharapkan ada konsep lain yang tetap dijalankan untuk menggantikan acara buka bersama tersebut. Sehingga ekonomi tetap bisa diputar dengan dorongan belanja masyarakat atau pemerintah.

Misalkan mengalihkan anggaran bukber yang sudah tersedia untuk kegiatan amal dalam bentuk lain. Seperti membagikan makanan jadi atau bahan makanan seperti lauk dari daging ayam kepada masyarakat menengah kebawah atau miskin.

Kalau konsepnya dirubah ke arah tersebut, maka pembelian bahan makanan harus dilakukan di level pedagang pengecer. Sehingga distribusi uang lebih menyebar ke masyarakat.

Dan saya menilai kegiatan tersebut akan efektif untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin seiring tingginya inflasi saat ini.

Dan memang tidak etis saya pikir menyelenggarakan bukber ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum mengalami pemulihan. Silaturahmi yang lebih identik dalam bentuk pesta makan tersebut, justru mempertontonkan kesenjangan antara aparatur Negara dengan rakyatnya.

Dan satu hal yang harus dipahami. Disaat kita memutuskan untuk memberikan santunan dalam bentuk lauk contoh daging ayam. Maka bukan berarti hanya akan menolong pedagang daging ayamnya saja.

Pasti akan menarik kebutuhan lain seperti cabai, bawang, tomat, daun kemangi atau bahan pangan lainnya. Nah bayangkan jika santunan yang diberikan memiliki variasi lauk dalam bentuk lainnya. Makan konsumsi bergerak dan ekonomi akan berputar.

Oleh Gunawan Benjamin, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara

Penulis
: jrb-mt
Editor
: Dedi

Tag: