Kenaikan HPP Gabah Oleh Bapanas Belum Dirasakan Petani Padi SUMUT


Kenaikan HPP Gabah Oleh Bapanas  Belum Dirasakan Petani Padi SUMUT

Jadi perlu ditelusuri lebih dalam mengapa kenaikan HPP gabah petani yang ditetapkan Bapanas justru belum dirasakan petani padi.

Ada banyak sekali kemungkinan mengenai hal tersebut. Bisa jadi perubahan HPP belum disesuaikan di level petani di Sumut, atau petani sudah terlilit hutang diawal sehingga harga diserahkan sepenuhnya ke tengkulak, bisa dikarenakan penurunan produktifitas tanaman, atau masalah lainnya.

Sementara itu, nilai tukar petani tanaman hortikultura (NTPH) yang meliputi sayur sayuran, buah-buahan dan tanaman obat juga mengalami penurunan indeks.

Penurunannya sangat besar 3.33%, di level 86.67 saat ini. Dan semua ini tercermin dari penurunan sejumah komoditas sayur sayuran seperti cabai yang menyumbang deflasi selama bulan maret.

Pada dasarnya indeks harga yang diterima oleh petani tanaman holtikultura masih berada di atas 100 atau tepatnya di 100.16. Namun sayang tergerus oleh indeks harga yang harus dibayar oleh petani yang mencapai 115.56. Dimana pengeluaran untuk bercocok tanam dan pengeluaran sehari hari masih lebih tinggi dibandingkan dengan hasil panen.


Tag: