Bersyukur dan Terharu
Usai menerima 2 medali Perak dan Perunggu, Condrad Naibaho mengaku, mengucap syukur atas capain dicabor Biliard yang mampu meraih juara 2.ganda 9 dan juara 3 tunggal 10, karena waktu latihan cukup minim. "Hanya berkisar 3 bulan persiapan untuk menghadapi Porwanas ini, bahkan jadwal latihan tidak rutin, hanya 2 kali seminggu kami diberi waktu latihan free di meja biliard yang sudah di pilih Siwo PWI Sumut, untuk tempat kami latihan," kata Condrad, yang dalam seleksi cabor Biliard Porwanas mendapat peringkat pertama.
Walau demikian, lanjut Condrad, prestasi ini sudah mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan Porwanas XII di Bandung 6 tahun yang lalu. Condrad Naibaho mengaku, dirinya hanya meraih 1 medali perunggu untuk nomor tunggal 9.
Sementara, Asril Tanjung usai menerima kalungan medali perak mengaku sangat bersyukur mampu meraih medali pertama dari cabang biliar di Porwanas Malang. Karena dari 5 pagelaran Porwanas sebelumnya yakni 2 kali di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 2 kali di Bandung, Jawa Barat dan Riau tidak pernah satupun medali berhasil direngkuh dari cabor biliar tersebut.
"Untuk keberhasilan tersebut saya ucapkan terima kasih kepada Condrad Naibaho yang sudah memilih saya sebagai pasangannya. Juga terima kasih kepada Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik dan jajarannya yang masih mempercayakan cabor biliar diikutsertakan di Porwanas," kenang Asril haru.