Amuk Sang 'Monster' tak Terbendung


Amuk Sang 'Monster' tak Terbendung

jaringberita.com -Sebagai striker yang haus akan goal, Erling Haaland tergolong sukses. Sang Monster - julukan Haaland, berhasil menciptakan lima gol saat mengantarkan Manchester City lolos ke perempat final Liga Champions.

The Citizens – julukan Man City, berhasil menggunduli RB Leipzig 7-0 di Stadion Etihad, dini hari kemarin.

Lima gol Haaland di laga itu jadi peringatan untuk tim-tim Eropa lainnya di Liga Champions musim ini.

Sementara dua gol tim tuan rumah lainnya dikemas oleh Ilkay Gundogan dan Kevin De Bruyne.

Manajer Man City Pep Guardiola mengakui, sebelum laga leg kedua babak 16 besar itu, kesuksesannya akan ditentukan oleh gagal atau tidaknya di Liga Champions.

Meski pada akhirnya timnya mendominasi Liga Primer dalam beberapa tahun terakhir. Tujuh tahun sejak keda­tangan Guardiola, The Citizens masih menunggu trofi Eropa pertama mereka.

Man City tidak rugi mendatangkan Haaland dari Borussia Dortmund dengan harga 51 juta poundsterling atau sekitar Rp 954 miliar musim panas lalu.

Terbukti, Sang Moster telah menulis ulang buku sejarah Man City dengan mencetak 39 gol dalam satu musim.

Pemain internasional Norwegia tersebut juga menjadi pemain ketiga yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan Liga Champions setelah Luiz Adriano dan Lionel Messi.

Bahkan, Haaland meyakini bisa mencetak double hattrick jika dirinya tidak ditarik ke luar lapangan oleh pelatihnya, Pep Guardiola, di menit ke-63.

Guardiola pun membeber­kan alasan mengapa dia tidak memainkan secara penuh pe­nyerang asal Norwegia itu. Menurutnya, akan sangat membosankan jika Haaland mencetak terlalu banyak gol dalam satu pertandingan.

Bahkan, Guardiola memuji striker berusia 22 tahun itu kar­ena mampu menyesuaikan diri dengan permainan Man City di musim pertama. Haaland lang­sung menjadi predator menakut­kan di kotak penalti lawan.

Dengan lolosnya Man City, ki­ni sudah ada enam tim di babak perempat final Liga Champions musim ini.

Tim lainnya Chelsea, Benfica, Bayern Munchen, AC Milan, dan Inter Milan.

Sementara, terpisah Inter Milan bermain imbang tanpa gol di markas FC Porto, Rabu (15/3), untuk melaju ke babak perempat final Liga Champions berkat keunggulan agregat 1-0.

Klub Serie A, yang merupakan juara tiga kali Liga Champions, mela­ju ke babak delapan besar untuk pertama kalinya sejak 2011.

Untuk pertama kalinya sejak 2006, Inter Milan dan rival seko­ta mereka, AC Milan, melaju ke babak perempat final Liga Champions.

Mengantongi keunggulan satu gol dari laga leg pertama 16 besar Liga Champions, Inter sukses membuat Porto frustasi di Estadio do Dragao.

Di laga tersebut, Porto sebe­narnya menguasai jalannya pertandingan, tapi mereka han­ya berhasil menguji penjaga gawang Inter Andre Onana di beberapa kesempatan dan gagal melaju ke babak perempat final untuk ketiga kalinya dari lima kesempatan terakhir.

Peluang terbaik Porto diraih di masa injury time babak kedua ketika Mehdi Taremi dan Marko Grujic sama-sama melepaskan tendangan yang membentur tiang gawang sementara upaya Marcano berhasil disapu lini belakang Inter.

Menurut dia, seperti dilansir rm.id, timnya melaku­kan sejumlah kesalahan namun penampilan kami sangat apik.

Penulis
: dd
Editor
: Dedi

Tag: