Sistem Pengawasan BPOM Terus Disorot

Mencuat Kasus Gagal Ginjal Akut

Sistem  Pengawasan BPOM Terus Disorot
Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng

Di samping itu Ombudsman menemukan ketiadaan standarisasi pencegahan dan penanganan kasus gagal ginjal akut pada anak oleh seluruh pusat pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL).

Sehingga menyebabkan belum terpenuhi Standar Pelayanan Publik (SPP) termasuk pelayanan pemeriksaan laboratorium.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini, penyebab gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) yang menyerang anak-anak disebabkan oleh konsumsi obat-obatan sirup yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Meski masih ada faktor-faktor lain yang mungkin menjadi penyebab, namun menurutnya, persentasenya sangat kecil.

"Sampai sekarang kesimpulan kita adalah kecil sekali faktor risiko di luar obat-obatan. Ada? Ada, cuma sangat kecil," kata Budi seperti dikutip darii laman kompas.

Kasus gagal ginjal akut pada anak membuat kinerja BPOM disorot. Kepala BPOM RI Penny K. Lukito, menampik tudingan lembaga dipimpinnya dianggap tak maksimal mengawasi obat yang beredar.

Penulis
: Dedi

Tag: