Sejarah dan Asal usul Hari Ibu 22 Desember


Sejarah dan Asal usul Hari Ibu 22 Desember
istimewa
Ilustrasi Hari Ibu (Foto: Twibbonize)
Wanita Indonesia kembali menggelar Kongres Perempuan Indonesia pada tahun 1935. Melalui kongres tersebut lahirlah Badan Pemberantas Buta Huruf (BPBH). Wanita yang hadir dalam kongres tersebut juga menentang kekerasan pada buruh wanita.

Perayaan Hari Ibu tanggal 22 Desember berlangsung setelah Kongres Perempuan III tahun 1953. Pada tanggal 22 Desember 1953 diperingati sebagai 25 tahun Kongres Perempuan Indonesia. Sekitar 85 kota di Indonesia merayakan Hari Ibu.

Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959. Melalui dekrit tersebut, Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Alasan pemilihan tanggal 22 Desember tentunya karena Kongres Perempuan Indonesia I jatuh pada tanggal 22 Desember 1928.

Paling berkesan dari Kongres Perempuan Indonesia adalah semangat juang memajukan pendidikan wanita. Mereka berpendapat bahwa ibu yang pintar dan cerdas menjadi jembatan melahirkan anak-anak yang cerdas pula.

Anggota organisasi Darmo Laksmi, Djami, juga membacakan puisi berjudul “Iboe”. Melalui puisi tersebut, Djami menyampaikan pengalaman diskriminasinya sebagai seorang perempuan. Pusiri Djami membangkitkan semangat juang pada wanita Indonesia.

Demikian sejarah dan asal usul Hari Ibu 22 Desember.

Penulis
: Okezone
Editor
: La Tansa

Tag: