Namun, mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu, menyayangkan suara PDIP yang terus turun di Jawa Barat dalam beberapa Pemilu terakhir. Karena itu, dia meminta para anak Banteng menjaga kekompakan untuk menuai kemenangan di bumi Pasundan.
“Tolong jangan egois, demi kemenangan keluarga besar PDI Perjuangan. Kita menang dulu di Pileg dan Pilpres, setelah itu gampang menang Pilkada,” ucap dia.
Sebelumnya, Puan juga pernah bicara capresPDIP adalah kader yang sudah berdarah-darah untuk partainya. "Kita tegak lurus keputusan Ibu Ketua Umum, bahwa kita akan memiliki capres yang sudah berbuat dan berdarah untuk PDI Perjuangan,” tegas Puan, saat berkunjung ke Sumatera Utara, 2 September lalu.
Kali itu, kode Puan agak lebih jelas. Karena dia meminta keluarga besar Banteng tidak terpengaruh dengan bakal capres yang elektabilitasnya tinggi. "Jangan terpengaruh ini elektabilitas tinggi, ini elektabilitas rendah. Insya Allah, PDI Perjuangan akan punya calon presiden yang menang Pilpres 2024,” sesumbarnya.
Lantas, siapa saja sosok yang digadang-gadang akan mendapat tiket capres dari partai pemenang Pemilu dua periode terakhir ini? Akun Instagram PDIP, @pdiperjuangan, pernah merilis empat kader terbaiknya yang berpotensi dan layak maju menjadi capres 2024. Empat kader itu ialah Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan Abdullah Azwar Anas.
Pada 7 Agustus 2022, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga pernah mengemukakan hal itu. Meski partainya belum menentukan capres yang akan diusung, tapi keempat sosok dengan kemampuan politik yang telah teruji itu disinggung Hasto.
"Di PDI Perjuangan ini kan banyak tokoh yang berkaliber di tingkat nasional, ya. Tadi disebutkan misalnya Mbak Puan sebagai Ketua DPR, kemudian ada Bu Risma, ada Pak Ganjar, ada Pak Anas. Bahkan Pak Anas ini sebagai kepala LKPP membuat banyak terobosan yang membanggakan PDI Perjuangan dalam kepemimpinan Pak Anas, misalnya," beber Hasto, waktu Azwar Anas belum menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi itu.
Sementara, politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno kembali menegaskan, penentuan capresPDIP ada di tangan Mega. Kader tidak perlu menafsir-nafsir dari pernyataan yang berkembang.
"Itu kewenangan Ketua Umum. Kami tidak mau terjebak pada tafsir dan spekulasi dini. Kami dilatih untuk bersabar dan menghormati proses," tandas Hendrawan dilansir RM.id.
Meski demikian, tafsir tentang ucapan Puan tetap bermunculan. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, ucapan Puan seakan membuat kode untuk dirinya sendiri. Sebab, selama ini Puan itu berdarah-darah untuk PDIP. Puan juga merupakan trah Soekarno.
"Makanya, sulit menemukan alasan bagi PDIP untuk tidak usung Puan," ucap Dedi, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.