Pernyataan Paloh Siratkan Kepasrahan

Terserah PD-PKS Mau Koalisi Atau Nggak

Pernyataan Paloh Siratkan Kepasrahan
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

Pengamat politik Muhammad Qodari mencermati, ada perkembangan menarik dari koalisi yang digagas NasDem, PKS dan PD, yang disebutnya dengan poros Gondangdia ini.

"Kalau kemarin-kemarin kan seolah-olah poros Gondangdia itu hampir pasti terbentuk dengan deklarasi dukungan NasDem kepada Anies. Tetapi, rupanya tidak semudah itu," kata Qodari seperti dilansir dari RM.id.

Dia melihat, ada dua hambatan yang merintangi koalisi itu. Pertama, pernyataan Anies soal kriteria cawapres yang akan mendampinginya, yaitu memberi konstribusi dalam pemenangan, membantu memperkuat stabilitas koalisi, dan bisa membantu dalam pemerintahan yang efektif. Tiga kriteria ini membuat peluang Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecil.

Menurut Qodari, kondisi ini pula yang membuat koalisi belum deal. "Menurut saya sih, cukup telak ya. Kan, ada tiga kriteria itu, boleh dibilang itu semacam tamparan bagi AHY dan Demokrat. Karena, AHY dan Demokrat sudah menyambut Anies dengan gegap gempita dan meriah di kantor mereka," ujarnya.

Kedua, adanya perubahan sikap politikNasDem usai Paloh menghadiri acara HUT Golkar, yang saat itu Presiden Jokowi berpidato soal tidak buru-buru memilih capres. Banyak pihak menilai, sejumlah pernyataan Jokowi mengarah ke Paloh.

"Misalnya, pilih pemimpin yang benar, kemudian (saat pamit pulang) Pak Surya mau peluk Jokowi, tapi Pak Jokowi ogah. Pak Surya juga pulang cepat. Bisa jadi pidato Pak Jokowi itu mengubah sikap Partai NasDem. Dua hal itu," pungkasnya


Tag: