PeduliLindungi Bakal Ganti Jadi SATUSEHAT, Simak Deret Kehebatannya


PeduliLindungi Bakal Ganti Jadi SATUSEHAT, Simak Deret Kehebatannya
Aplikasi PeduliLindungi segera berganti menjadi SATUSEHAT. Apa bedanya dengan aplikasi lama? Ilustrasi. PeduliLindungi akan berganti wajah jadi SATUSEHAT. (CNN Indonesia)
Lalu apa keistimewaannya?

1. Satukan rekam medis

Menkes mengatakan platform ini pun akan mengintegrasikan data kesehatan pasien dari seluruh fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, laboratorium, dan apotek.

"Sehingga pasien rujukan ke rumah sakit tidak perlu repot mengirim dokumen medis yang berisi hasil lab/diagnosis atau mengulang pemeriksaan lab, karena semua data seperti USG, rekam jantung, CT Scan, termasuk obat yang telah diberikan sudah masuk ke PeduliLindungi," ujar Menkes pada 26 Juli 2022.

Setiaji pun mengimbau masyarakat tidak menghapus (uninstall) aplikasi PeduliLindungi karena SATUSEHAT tetap menyimpan hampir seluruh data rekam medis setiap pengguna.

Rekam medis dalam aplikasi SATUSEHAT nantinya termasuk Covid-19, rekam vaksinasi, hasil pemeriksaan laboratorium, basis data stunting.

"Ibu-ibu bisa akses vaksinnya, vaksin anak-anak. Itu kan satu manfaat, ya, pada waktu nanti anaknya mau ke luar negeri, sekolah, nanti, misalnya (ditanya) sudah (vaksin) polio belum. Itu akan ada di dalam Satu Sehat application," kata Setiaji.

Aplikasi ini juga bisa mengetahui berbagai rekam jejak kesehatan masyarakat yang menggunakannya.

"Bisa tahu imunisasi anak kita yang pakai apa saja. Kalau kita cek darah di laboratorium masuk datanya ke situ. Misal check-up rumah sakit masuk, bukan hanya data tulisan, tapi data image dan video Ct-Scan MRI masuk. Kalau kita beli obat di apotek masuk," kata dia.

2. Pendataan cepat

Dengan integrasi data di SATUSEHAT ini, Menkes berharap dokter dapat dengan mudah melihat rekam jejak kesehatan seseorang dari aplikasi tersebut.

"Dokternya bisa lihat. Misal dia rajin lari, jantungnya bagus, enggak pernah check up jantung, tapi perutnya bermasalah. Jadi dokternya jauh cepat tahu," kata dia.

Aplikasi ini, lanjut Budi, nantinya juga dapat digunakan oleh Pemda setempat untuk memahami kondisi kesehatan populasi warga di daerah tertentu.

Setelah peluncuran platform ini, ia berharap akan terbit aturan yang mewajibkan setiap aplikasi kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan mengikuti standar SATUSEHAT. Kemenkes juga berencana mengintegrasikan SATUSEHAT dengan BPJS Kesehatan.

"Saya harapkan Satu Data Kesehatan akan terus berkembang, mengintegrasikan data demografi, data medis, bahkan juga data genomika, yang akan kita luncurkan Agustus mendatang. Sehingga Indonesia akan memiliki sistem data kesehatan digital yang paling lengkap dan terintegrasi," kata Menkes.

3. Poin ditukar vitamin

Dia mengatakan kementerian juga menyiapkan aplikasi SATUSEHAT agar dapat terhubung dengan wearable device (perangkat teknologi yang dipadukan dengan aksesoris atau pakaian, seperti smart watch).

Menurut Setiaji, hal itu memungkinkan fitur pengumpulan poin yang bisa ditukarkan untuk mendapatkan vitamin dan sebagainya.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: