Menkes Minta Perguruan Tinggi Produksi Lebih Banyak Dokter Spesialis, Ada Apa?


Menkes Minta Perguruan Tinggi Produksi Lebih Banyak Dokter Spesialis, Ada Apa?
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meminta kepada seluruh perguruan tinggi untuk memproduksi lebih banyak dokter spesialis. Sebab, kata dia, sejauh ini jumlah dokter di seluruh Indonesia belum merata.


“Saat ini kita kekurangan banyak dokter spesialis. Karenanya saya membutuhkan bantuan dari universitas untuk memperbanyak dan mengakselerasi produksi dokter spesialis,” katanya dilansir dari ANTARA, Kamis (10/11/2022).

Budi menyampaikan bahwa dokter spesialis yang dimiliki oleh Indonesia saat ini masih sangat minim. Di mana salah satu dokter spesialis yang masih kurang di Indonesia adalah spesialis layanan kesehatan jantung.

Dia menjelaskan, sampai dengan saat ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) hanya berjumlah 1.485 orang dan angka itu masih jauh dari kebutuhan.

Menurut Budi idealnya satu dokter jantung dapat melayani sampai dengan 100.000 orang. Namun, saat ini satu dokter jantung harus melayani sebanyak 250.000 orang.

Kondisi ini tentu akan berdampak pada pelayanan pasien jantung di fasilitas pelayanan kesehatan di mana banyak pasien yang meninggal.

Dengan demikian, Kementerian Kesehatan terus berupaya untuk menambah lulusan dokter spesialis, di antaranya dengan menambah jumlah prodi di fakultas kedokteran, membuka fellowship dan mendorong pendidikan dokter berbasis rumah sakit (hospital base) dan universitas (university base).

Budi berharap dengan produksi tenaga kesehatan yang semakin meningkat, pelayanan kesehatan terutama bagi penyakit tidak menular akan semakin berkualitas dan dapat diberikan secara merata di seluruh Indonesia.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, sekali lagi saya membutuhkan bantuan dari perguruan tinggi untuk memproduksi lebih banyak lagi dokter spesialis guna menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia,” katanya.

Editor
: Nata

Tag: