Lonjakan Mobilisasi Masyarakat Diprediksi 16,35 Persen di Libur Nataru, Dokter Paru: Kalau Sakit, Mundur!


Lonjakan Mobilisasi Masyarakat Diprediksi 16,35 Persen di Libur Nataru, Dokter Paru: Kalau Sakit, Mundur!
mobilitas masyarakat, (Foto: MPI/ Erfan Erlin)

jaringberita.com - Seiring libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat. Semakin tingginya aktivitas dan pergerakan masyarakat, kondisi ini membuka ruang untuk terjadinya penularan virus Covid-19.

Kementerian Kesehatan memprediksikan bahwa Natal tahun 2022 dan tahun baru 2023, diperkirakan akan terjadi lonjakan mobilisasi masyarakat sebesar 16,35 persen dari jumlah penduduk Indonesia dan diprediksi terjadi pergerakan masyarakat dari wilayah Jabodetabek mencapai 16,5 persen atau sekitar 7,1 juta orang.

Kesadaran dari setiap orang di saat seperti ini, jadi sangat penting. Diungkapkan dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, dr. Fathiyah Isbaniah, Sp. P(K), orang yang yang kurang sehat, bahkan sesederhana seperti mengalami sakit tenggorokan saja, diminta untuk tidak berlibur dan mobilitas ke banyak tempat.

"Kalau memang lagi sedang tidak enak, seperti sakit tenggorokan saja lebih baik mundur,” ujar dr. Fathiyah dalam Talkshow Aman Covid-19, Natal Suka Cita, dikutip dari Okezone, Jumat (23/12/2022).

Selain isolasi mandiri di rumah, sebaiknya langsung melakukan tes Covid-19, untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, terutama kelompok rentan seperti lansia.

“Tidak lupa juga melakukan self-testing Covid-19, kalau memang positif jangan ikut bergabung dengan mereka, karena di situ ada orang-orang yang harus dilindungi dari infeksi ini yaitu lansia atau dengan komorbid," tegasnya.

Bagi orang-orang yang sampai saat ini belum melengkapi dosis vaksin Covid-19 atau bahkan belum divaksin sama sekali, diharapkan untuk segera mendapatkan vaksinasi. Meski varian yang beredar saat ini, yakni XBB, BQ.1, BN.1 seperti disebut , dr. Fathiyah tidak terlalu ganas.

Namun vaksinasi tetap jadi alat utama yang penting, untuk menekan risiko keparahan dan dampak fatal akibat infeksi Covid-19.

"Dibandingkan dengan yang sebelumnya, varian Delta dan Omicron banyak memakan korban, memang varian ini yang saat ini yang beredar memang tidak terlalu ganas ya. Tapi, vaksinasi itu sangat penting karena memang terbukti vaksinasi bisa mengurangi dampak (kegawatdaruratan)," tandas dr. Fathiyah

Penulis
: Okezone
Editor
: La Tansa

Tag: