Koalisi Dengan Gerindra, PKS Harus Mikir 1.000 Kali-Lebih Pas Gabung NasDem Dan Demokrat


Koalisi Dengan Gerindra, PKS Harus Mikir 1.000 Kali-Lebih Pas Gabung NasDem Dan Demokrat
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin.

Menurutnya, secara DNA politik, PKS lebih klop bersama Demokrat dan NasDem di Koalisi Perubahan. Selain disatu­kan melalui sosok eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diusung Partai NasDem sebagai Capres 2024, mereka juga dicap sebagai partai yang berseberangan dengan koalisi Pemerintahan.

Sementara Gerindra, meru­pakan partai pendukung Pemerintah setelah Ketua Umumnya, Prabowo dan Wakil Ketua Dewan Pembinanya, Sandiaga Uno, men­jadi Menteri di Kabinet Presiden Jokowi. Keputusan ini, sontak membuat PKS dan Gerindra tidak lagi berada di dalam sebuah koalisi Pilpres 2019.

“Bisa jadi di Gerindra juga tidak dapat Cawapres. Apalagi, Gerindra sudah berkoalisi dengan PKB. Nah, PKB-PKS juga gagal membangun Koalisi Semut Merah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu membuka peluang rujuk dengan Gerindra di kontestasi politik 2024. Kondisi ini berkenaan dengan komentar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang berharap bisa menjalin koalisi di Pilpres mendatang.

“Ya sangat mungkin kita kanmelihat dinamika politik masih terus berkembang. Kita juga inginbahwa ke depan ini berbagai ele­men-elemen politik bisa semakin memunculkan sifat kenegarawan nanti,” kata Syaikhu.

Sebelumnya, Fadli Zon terlihat berbincang dengan Sekretaris Jenderal PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsy saat pengukuhan Ketua Harian DPP Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/12).

“Dari dulu juga akrab. Pertanyaannya mudah-mudahan kita (Gerindra dan PKS) bisa bergabung lagi bersama-sama,” kata Fadli yang kami lansir dari laman RM.id

Menurutnya, politik itu berjalan dinamis. Semua ke­mungkinan bisa terjadi. Termasuk rujuknya PKS-Gerindra untuk Pilpres 2024

Editor
: Matakabar

Tag: