Kenapa Motif Parang Lereng Tak Boleh Dipakai di Tasyakuran Kaesang? Ini Alasannya


Kenapa Motif Parang Lereng Tak Boleh Dipakai di Tasyakuran Kaesang? Ini Alasannya
Ada beberapa aturan yang harus ditaati tamu undangan saat menghadiri tasyakuran pernikahan Kaesang Pangarep, yaitu dilarang pakai batik motif parang lereng. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Makna dan filosofinya

Motif parang memiliki banyak jenis. Konon, parang menjadi salah satu motif batik tertua di Indonesia. Batik ini konon telah eksis sejak masa Mataram Kartasura.

Parang sendiri berasal dari kata 'pereng' yang berarti 'lereng'. Kata 'pereng' itu hadir dalam rupa garis menurun secara diagonal yang dihadirkan batik Parang.

Pereng ini memiliki arti lereng. Tapi ada juga yang menyebut motif batik parang berasal dari kata karang yang berada di pinggir tebing pantai atau perengan.

Batik juga dilengkapi dengan susunan motif yang menyerupai bentuk S atau ombak laut yang saling berkait-kelindan tidak terputus yang menggambarkan kesinambungan.

Ibarat ombak laut, batik Parang berpesan pada manusia untuk tidak pernah berhenti menyerah. Batik ini menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus dalam memperjuangkan sesuatu.

Motif batik parang memiliki filosofi kesinambungan dari atas ke bawah. Hal ini juga menggambarkan keberlanjutan perjuangan dari orang tua ke anaknya, atau dari orang yang lebih tua ke yang muda.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: