Namun, terbukti keduanya bersama pasangannya masing-masing berhasil menang di Pilpres. Boediono jadi wakil presiden mendampingi SBY. Sedangkan Ma’ruf Amin, sekarang jadi wakil presiden mendampingi Jokowi.
“Wakil itu dinilai yang pertama bukan popularitas, tapi bagaimana dia pengalaman membantu presiden. Coba lihat semuanya,” kata JK di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (28/10).
JK menyadari, elektabilitas maupun popularitas pasti menjadi tolak ukur terhadap sosok cawapres yang akan dipilih Anies. Namun, dia yakin, masyarakat akan menilai apakah sosok itu bisa kerja atau tidak.
“Saya dua kali wapres, Pak Boediono, Pak Kiai (Ma’ruf Amin), pernah kampanye nggak? Nggak pernah. Harus tadi, harus bekerja dengan baik. Sehingga dilihat ini, harus bisa kerjasama atau bisa membantu,” tutur eks Ketum Partai Golkar ini.
Bagaimana tanggapan 3 parpol pengusung Anies? Setujukah dengan pernyataan JK, tokoh yang sudah makan asam garam di dunia politik? Ketua DPP Partai NasDem, Effendi Choirie tak setuju dengan usulan JK. Kata dia, idealnya, pendamping Anies itu, merupakan tokoh yang populer dan bisa bekerja.
Pria yang akrab disapa Gus Choi ini lantas menyebutkan beberapa nama. AHY, belum berpengalaman, tapi populer. Lagipula, sebagai mantan tentara, AHY pasti bisa langsung beradaptasi pada tugasnya.