Di Kandang Jadi Teman, Di Jalanan Jadi Lawan

Demokrat Dan PKS Mirip Bus Kota

Di Kandang Jadi Teman,  Di Jalanan Jadi Lawan
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Renanda Bachtar

Termasuk, ketidakpuasan publik terhadap kebijakan Pemerintah yang dianggap tidak berpi­hak kepada rakyat, baik di ruang publik maupun di ruang parle­men.

Misalnya, Omnibus law, Rancangan Undang-Undang Minerba, hingga kenaikan harga minyak goreng.

“Lalu, generasi Z melihat so­sok AHY sebagai simbol partai yang rajin turun ke lapangan, berdialog dengan rakyat dan dekat dengan para kader Partai Demokrat. Sosok pekerja keras dan egaliter,” ujar Herzaky.

Nah, soal spanduk Anies-Aher, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menepis jika itu adalah partai yang mengerjakannya.

Asumsinya, itu adalah ekspresi demokrasi warga dan wajar saja terjadi. Intinya, seperti dilansir dari RM.id, ada harapan dari warga untuk men­dukung pilihannya. Kreativitas warga, harus dihormati.

“Saya tidak mengetahui siapa yang memasang dan bukan perintah dari partai,” ujar Juru Bicara PKS, M Kholid.


Tag: