Jaga Kearifan Lokal
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat, mengatakan, generasi muda merupakan kunci perjalanan bangsa bahkan dunia kedepan.
"Mereka menentukan kemana arah dunia, jadi dengarkan suara mereka, libatkan mereka secara aktif," katanya saat membuka Paviliun Indonesia.
Selain itu, Lestari juga mengungkapkan kearifan lokal mesti menjadi gerakan global tatkala berhadapan dengan perubahan iklim.
"Masyarakat adat dengan kearifan lokalnya juga memiliki tahapan penting dalam upaya merawat bumi sebagai rumah bagi setiap makhluk,"ungkapnya.
Selanjutnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, di bidang kelautan, Indonesia juga sedang mempersiapkan program ekonomi biru sebagai kontribusi yang signifikan terhadap NDC.
"Sejumlah langkah penting yang diambil yaitu perlindungan ekosistem karbon biru di kawasan lindung laut tertutup sebagai konservasi daerah, pembatasan armada kapal perikanan, rendahnya kegiatan budidaya emisi, dan perlindungan terhadap laut, pesisir dan pulau-pulau kecil, bersifat konkret kontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca," terangnya.
Sakti juga menekankan, aksi kolaboratif untuk perubahan iklim membutuhkan pemimpin untuk memandu tindakan.
Oleh karena itu, seperti dilansir dari laman RM.id, Paviliun Indonesia temanya adalah Aksi Iklim yang Lebih Kuat Bersama-sama. "Kami mengajak setiap bangsa untuk berkolaborasi dalam menyelamatkan bumi dan berbagi tujuan bersama," katanya.