Belasan Rumah Hanyut dan Hewan Ternak di Sumbawa Mati Akibat Banjir Bandang


Belasan Rumah Hanyut dan Hewan Ternak di Sumbawa Mati Akibat Banjir Bandang
Istimewa
Banjir Bandang Sumbawa

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, dalam laporan hasil asesmen sementara mengatakan bahwa banjir bandang itu dipicu oleh beberapa faktor. Selain tingginya intensitas curah hujan di wilayah Sumbawa dan sekitarnya, peristiwa banjir bandang juga diduga disebabkan oleh banyaknya lahan tandus akibat penebangan liar sehingga mengurangi cakupan dan intensitas penyerapan air tanah.

"Banyak lahan tandus akibat penebangan liar," ujar Nurhidayat dalam laporan tertulis, Rabu (5/4/2023).

Di samping itu, infrastruktur pengaman tebing dan tanggul di wilayah daerah aliran sungai (DAS) juga tidak dapat maksimal menahan adanya peningkatan debit air dan ditambah dengan parahnya sedimentasi sungai.

"Tingginya sedimentasi di wilayah daerah aliran sungai wilayah terdampak," jelasnya.

Desa Lito yang berada di Kecamatan Moyo Hulu menjadi wilayah yang terdampak paling parah, sebagaimana hasil kaji cepat di lapangan. Wilayah Desa Lito tersebut ada tiga dusun yang berlokasi tak jauh dari sungai, yang mana ada sebanyak 770 jiwa terdampak, 5 rumah hanyut, 50 hektar areal persawahan terendam dan jembatan penghubung antara Desa Lito menuju Desa Lantung jebol hingga memutus akses.

"Pemukiman warga berada di bantaran sungai. Berdampak pada 770 jiwa," sebutnya.

"Jembatan penghubung Desa Lito dan Desa Lantung jebol di bagian ujung selatan sehingga menyebabkan putusnya akses," imbuhnya.

Selanjutnya di Desa Brang Rea ada 3 rumah hanyut yang ditinggali oleh 11 KK/44 jiwa. Selain itu masih ada 8 unit rumah yang kondisinya separuh amblas di terjang banjir bandang dan juga terdampak pada 1 Pabrik penggilingan hanyut terbawa banjir bandang.

"Pabrik penggilingan hanyut terbawa banjir bandang," ungkapnya.

Editor
: Nata

Tag: