Kemudian, Rohmat Agus Pranoto selaku Pemimpin PNM Cabang Puwokerto, Azis Junaidi selaku Pemimpin PNM Cabang Yogyakarta, Agus T selaku Pemimpin PNM Cabang Magelang, Yosua Mawantyo Nugroho selaku Pemimpin PNM Cabang Banjarnegara, dan Raihan Cahyono selaku Team Komunitas Peternak Lebah Inyong Madu Klanceng.
PNM melalui program PKU, memberikan pelatihan yang bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah. Tujuannya, mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya strategi dan optimalisasi budidaya serta pemasaran produk yang berasal dari lebah klanceng.
Sehingga mereka memiliki kemasan atau label dan branding produk usaha yang bagus. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan peluang usaha seperti memperluas pemasaran, dan menambah pelanggan agar nasabah naik kelas dan bisa mensejahterahkan keluarga.
“PNM berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman guna memajukan industri madu bagi pengusaha lebah di area Purwokerto” tegas Sunar.
Guru Besar dan Professor Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Imam Widhiono menilai, pelatihan ini positif bagi UMKM Indonesia. "Ini ikut memajukan usahanya melalui program pendampingan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh PNM," kata Imam.
Pemimpin PNM Cabang Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto menuturkan, seperti dilansir RM.id, pembinaan dan pendampingan kepada nasabah ultra mikro selama ini dilakukan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha.
Sebagai informasi, hingga 21 September 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 141,61 T kepada Nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12,71 juta Nasabah.
Saat ini PNM memiliki 3.504 kantor layanan PNM Mekaar dan 639 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.