Banteng Telat Panas


Banteng Telat Panas

Sanksi lebih keras dijatuhkan banteng kepada eks Wali Kota Solo, FX Hari Rudyatmo. Ketua DPC PDIP Solo itu mendapat peringatan terakhir soal sepak terjangnya yang terang-terangan mendukung Ganjar di Pilpres 2024. Padahal urusan capres-cawapres, merupakan hak prerogatif Megawati Soekarno Putri yang hingga kini belum diumumkan.

"Kongres kelima PDIP telah menetapkan partai ini sebagai partai pelopor. Partai pelopor itu partai yang berdisiplin dalam teori, ideologi sebagai hal paling penting dan mutlak, disiplin dalam organisasi, menjalankan platform partai, dan gerakan ke bawah," terang Hasto.

Mengutip pernyataan Mega, Hasto mengingatkan kepada seluruh anggota dan kader partai untuk membangun kesabaran revolusioner, termasuk urusan capres-cawapres. "Saat ini skala prioritas bagi seluruh kader partai adalah turun ke bawah membantu bangsa Indonesia menghadapi berbagai persoalan yang ada," papar dia.

Kendati demikian, dia juga teringat dengan pesan Jokowi agar parpol tidak terlalu lama mengumumkan capresnya. Setidaknya tidak mendekati masa pendaftaran capres-cawapres ke KPU pada Oktober 2023.

"Persoalan capres dan cawapres itu nanti tiba momentumnya. Dan Pak Jokowi pun berpesan jangan lama-lama, maksudnya jangan mendekati Oktober," tegas Hasto.

Kenapa banteng begitu anteng urusan capres? Pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting, Saidiman Ahmad berpendapat, gerak PDIP dibanding dengan KIR dan KIB memang berbeda. "Saya melihat PDIP juga bergerak, tapi dengan gerakan yang berbeda atau tidak konvensional," papar Saidiman.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menganggap wajar kalau PDIP masih anteng. Sebab, PDIP sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Bisa maju sendiri tanpa berharap ada partai yang mengajak koalisi seperti dilansir dari RM.id. "PDIP juga memiliki tokoh potensial yang akan diusung. Itulah sebabnya PDIP tidak punya alasan untuk tergesa-gesa membuat koalisi," pungkasnya


Tag: