jaringberita.com -Masyarakat perlu mewaspadai guguran lava dan awan panas saat ini sudah mengancam. Semburan itu keluar sejak Jumat dinihari tercatat sebanyak 37 kali.
Diketahui guguran gempa dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
PVMBG menyatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” ungkapnya.
PVMBG juga meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.”
“37 kali gempa Guguran dengan amplitudo 4-18 mm dan lama gempa 25-152 detik. 25 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-12 mm, S-P 0.5-0.6 detik dan lama gempa 4.1-7.5 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 75 mm, dan lama gempa 7.5-12.6 detik,” tulis PVMBG dilansir Okezone.
PVMBG juga melaporkan gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.
Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat. “Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 18-22°C. Kelembaban 76-84%. Tekanan udara 768.9-920 mmHg.”
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,”demikian PVMBG.