Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan, analisa
BMKG sesuai dengan konsesus ahli iklim dalam National Climate Forum. Menurut Dwikorita, pada Oktober 2022,
BMKG telah menyatakan adanya fenomena triple deep La Nina.
Namun saat ini, yang terjadi adalah perubahan ke arah netral atau
El Nino Lemah. Hal tersebut berdampak kepada sifat hujan bulanan di 2023 yang akan relatif menurun.
"Maka hingga enam bulan ke depan,
BMKG memprediksi sifat hujan bulanan di tahun 2023 ini akan relatif menurun. Curah hujan bulanan akan relatif menurun dibandingkan curah hujan 3 tahun terakhir," kata Dwikorita.
Perubahan yang terjadi tiba-tiba ini perlu diwaspadai. Pasalnya menurut Dwikorita, akan terjadi sejumlah fenomena cuaca ekstrem seperti angin kencang, angin puting beliung dan hujan lebat yang terjadi meskipun singkat.
"Perlu dicermati pada Maret-Mei beberapa wilayah pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan menghadapi fase transisi. Yang harus diwaspadai biasanya fenomena cuaca ekstrem yang sering muncul, angin kencang angin puting beliung dan bisa jadi hujan lebat meskipun singkat," ujarnya mengakhiri.
Tags
beritaTerkait
komentar