1. Cemburu buta
Rasa cemburu terhadap pasangan yang muncul sesekali adalah hal yang wajar. Cemburu termasuk reaksi normal karena Anda merasa peduli pada pasangan.
Akan tetapi, jika rasa cemburu ini berlebihan atau cemburu buta bahkan tanpa alasan yang jelas, bisa jadi pasangan Anda termasuk toxic.
2. Posesif berlebihan
Adakalanya Anda ingin memberi perhatian lebih pada pasangan karena rasa sayang. Tapi bukan berarti seenaknya mengontrol atau membatasi semua kegiatan pasangan sehingga bikin tidak nyaman.
Terlebih jika Anda harus menyita ponsel pasangan karena rasa curiga, mengekang atau tidak mengizinkan pasangan melakukan aktivitas maupun hobinya dengan alasan tidak percaya.
3. Melakukan verbal abuse
Toxic relationship tak hanya tercermin dari perilaku, tetapi juga secara verbal (verbal abuse). Percakapan Anda bersama pasangan banyak diisi dengan kalimat sarkasme, penuh kritik, serta penghinaan.
Pasangan toxic seringkali melontarkan kata-kata kasar secara berulang-ulang, bahkan mungkin terjadi saat di tempat umum. Hal ini sudah termasuk sebagai kekerasan verbal.
4. Minim apresiasi
Pencapaian yang didapat pasangan tentu layak diberi apresiasi. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa Anda sangat mendukungnya.
Namun berbeda pada toxic relationship, di antara keduanya tidak mengenal apresiasi, bahkan mungkin tidak saling menghargai atau menghormati.
5. Ada rasa benci terpendam
Sesekali merasa marah atau kesal terhadap pasangan adalah hal wajar. Tapi pastikan supaya rasa marah itu tersalurkan dengan cara yang baik dan tidak terlalu lama menyelimuti perasaan Anda.
Apabila sukar memaafkan pasangan walau dia melakukan kesalahan sepele lalu berujung dendam, itu berarti Anda berada dalam toxic relationship.