jaringberita.com -Perkembangan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap perilaku masyarakat. Terutama dalam mencari destinasi wisata.
Meski masih banyak yang mencari objek wisata melalui cara konvensional tapi sekarang makin banyak yang mencari lewat internet.
Anggota Relawan Edukasi Anti Hoax Indonesia Wildan mengungkapkan, pemasaran pariwisata secara digital telah menjadi tuntutan.
Dibutuhkan kecakapan digital untuk mengoptimalkan dunia digital dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
"Sekarang 70 persen wisatawan mencari informasi tentang destinasi wisata lewat mesin pencari di internet," ujarnya dalam webinar bertajuk “Strategi Pengembangan & Pemasaran Destinasi Pariwisata di Era Digital”, di Makassar.
Berita Terkait : Taring Singa Terancam Lepas
Para turis juga cenderung memiliki perilaku praktis. Selain mencari objek wisata dengan internet tapi banyak juga yang pesan, dan bayar lewat online.
“Dibutuhkan strategi jitu dalam hal pemasaran pariwisata berkaca pada perubahan di atas," katanya.
Strateginya adalah bisa dengan mengoptimalkan media massa, membuat website khusus memperluas jaringan, maksimalkan pemasaran di medsos dan memanfaatkan platform digital.
Wildan menambahkan, ekosistem pariwisata digital dibutuhkan untuk mengembangkan tourism 4.0. Platform digital bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendapat peluang dari dunia digital.
Khususnya dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, imbuh dia, kecakapan digital sangat dibutuhkan agar peluang tersebut bisa dimaksimalkan sebaik mungkin.
Ketua Asosiasi Sales Nasional Indonesia Makassar Hasrul As menguraikan sejumlah tips pemasaran digital di sektor pariwisata tanpa harus melanggar etika di media sosial atau dunia digital.