Hai Para Ayah, Lebih Dekatlah Dengan Anak, Jangan Sampai Menyesal


Hai Para Ayah, Lebih   Dekatlah Dengan Anak, Jangan Sampai Menyesal
Kedekatan dengan orangtua adalah vitamin bagi perkembangan jiwa anak.

jaringberita.com - Sejak tahun 2004, tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Sama seperti posisi ibu, sosok ayah juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam perkembangan jiwa anak.

Ayah dan ibu adalah kesatuan. Anak butuh keduanya sebagai keseimbangan kesadaran mereka. Namun sayangnya, kondisi fatherless - ayah yang ada tapi tiada - masih banyak ditemui sehari-hari.

Terkait hal ini, Psikolog Irma Gustiana A mengungkap, ada banyak kisah tentang fatherless dalam keluarga, yang sering kita dengar atau ketahui. Terutama, di Indonesia yang menduduki peringkat ketiga fatherless country di dunia.

"Menjadi seorang ayah yang baik, bukan berarti harus menjadi super-ayah/bapak/papa/daddy. Hanya dengan cara mudah, seperti meluangkan waktu, memberikan telinga untuk mendengarkan, memberikan kehangatan melalui kalimat, sentuhan atau bentuk kasih sayang lainnya. Itu saja sudah lebih dari cukup, yang dibutuhkan anak dari ayahnya," papar Irma via laman Instagramnya.

Founder Klinik Ruang Tumbuh ini menjelaskan, ketika anak punya hubungan baik dengan ayahnya, akan banyak ingatan baik yang tercipta.

Dia akan mudah mengingat ayahnya, dalam bentuk cerita yang hangat, tawa yang bahagia. Atau perasaan yang menghangatkan hati.

Tapi, bagaimana dengan anak yang ayahnya ada tapi tiada? Ayah yang seakan asing dalam hidupnya? Fisiknya ada di sekitar anak, tapi jiwanya tidak terkoneksi?


Tag: