jaringberita.com - Perut terasa mual yang kemudian biasanya dilanjutkan bisa sampai muntah, bukan hanya umum dialami wanita yang sedang mengandung.
Mual jadi kondisi kesehatan familiar di masyarakat sehari-hari, dipicu berbagai faktor yang mempengaruhi seperti efek dari obat, tanda tubuh kurang sehat, salah makan atau efek mabuk dari perjalanan.
Ketika kondisi mual mendadak muncul dan sulit dikendalikan tentu membutuhkan obat. Namun, obat seperti apa yang dibutuhkan yang manjur untuk mengatasi mual? Intip ulasan singkatnya berikut di bawah ini, dihimpun dari laman resmi Cancer Org, GoodRx, dan Patient Info, Minggu (26/2/2023).
1. Obat antihistamin: Contohnya Cinnarizine, cyclizine, promethazine, bekerja dengan memblokir reseptor histamin 1 (H1) di area otak yang menyebabkan mual sebagai respons terhadap bahan kimia dalam tubuh. Umumnya jadi obat yang direkomendasikan untuk mual karena masalah telinga dan mabuk perjalanan.
2. Klorpromazin, haloperidol, perphenazine, proklorperazin, levomepromazine: Ini adalah obat yang bekerja dengan memblokir zat kimia di otak (dopamin), biasanya untuk jadi obat pereda mual yang disebabkan oleh beberapa jenis kanker, radiasi dan obat-obatan opiat seperti morfin dan kodein hingga mual yang dipicu karena vertigo, masalah telinga, dan penyakit pada kehamilan.
3. Dramamine: Obat yang juga disebut dimenhydrinate dipakai untuk mencegah sekaligus meredakan perut mual akibat gejala mabuk perjalanan. Meski memang, bisa juga sebagai obat mual yang berhubungan dengan kehamilan. Bentuknya berupa tablet biasa dan tablet kunyah, dan bisa didapat tanpa resep dokter.
4. Meclizine: Antihistamin yang umumnya dikenal sebagai Bonine, untuk mencegah dan meredakan gejala mabuk perjalanan, seperti mual. Sebagai pencegahan, konsumsi obat ini dianjurkan satu jam sebelum aktivitas perjalanan. Hadir di pasaran dalam bentuk kapsul, tablet biasa, dan tablet kunyah. Masuk menjadi obat yang bisa diperoleh tanpa resep dokter.
5. Bismut subsalisilat (Pepto-Bismol) : Untuk mengobati mual dan diare, yang dipicu karena konsumsi makanan dan air yang tidak bersih. Bismut subsalisilat ini bekerja bisa dengan tiga cara, mengurangi jumlah peradangan (pembengkakan) di usus, menurunkan jumlah cairan dan garam yang masuk ke usus, dan membunuh kuman (seperti bakteri E. coli).