jaringberita.com - Meski merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan, namun 80% penyakit jantung sebetulnya tetap bisa dicegah.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) Sumatera Utara (Sumut) dr Faisal Habib, SpJP,(K) FIHA menyebutkan karena penyakit jantung itu biasanya terjadi akibat gaya hidup yang tidak baik seperti darah tinggi, diabetees, kurang olahraga, obesitas dan merokok.
"Sehingga penting untuk bisa menimbulkan kesadaran bukan hanya dokter atau masyarakat saja, tetapi juga pemerintah, sektor publik dan sektor swasta harus bersama -sama mencegah penyakit jantung," ungkapnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Faisal menjelaskan, pencegahan penyakit jantung harus dilakukan, karena sampai 10 tahun lebih penyakit ini masih menjadi penyebab kematian utama di dunia dan juga di Indonesia.
Dalam upaya mencegah penyakit jantung ini, jelasnya, zebenarnya sudah diberitahukan oleh Mentri Kesehatan (Menkes) dari sejak lama, di antaranya melakukan cek kesehatan secara berkala, berhenti merokok, rajin berolahraga 30 menit sehari selama lima kali seminggu, diet seimbang dengan mengkonsumsi gula tidak lebih dari empat sendok sehari.
"Penyebab tingginya penyakit jantung saat ini juga dikarenakan minuman bergula seperti kopi kekinian yang tinggi gula dan bahkan itu saat ini penyebab meningkatkan penyakit jantung," jelasnya.
Kemudian yang juga tak kalah penting, sambungnya adalah istirahat yang cukup dan mengkelola stres.
"Paling lama Istirahat itu tujuh sampai delapan jam sehari dan kelola stres dengan bersosialiasi atau berkegiatan, sehingga stresnya terkelola dengan baik. Itu bahkan bisa menurunkan penyakit jantung," terangnya.
Faisal membeberkan, selain menyebabkan kematian yang tinggi, penyakit jantung juga yang terbanyak menghabiskan dana BPJS Kesehatan.
"Setiap tahun ada 17 juta jiwa meninggal karena sakit jantung. Sedangkan HIV dan TBC itu hanya tiga juta jiwa setahun. Makanya ini beban besar bagi kita semua. Untuk itu pencegahannya dari usia dini dengan menjaga anak-anak (agar) tidak merokok dan harus olahraga rutin," pungkasnya.