Mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Kanada itu menambahkan, Indonesia konsisten menempatkan ajang G20 sesuai porsinya. Hal utama yang dibahas adalah terkait masalah ekonomi. Karena tidak hanya jadi kepentingan negara anggota G20, tapi juga negara-negara di dunia.
“Jadi kita membahas koridor yang jelas soal G20,” tegasnya.
Namun pernyataan Kremlin, tidak lagi membahas kabar terbaru kehadiran Putin dalam Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty. Yang jelas, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan, sebanyak 17 negara telah mengkonfirmasi kehadiran mereka. Sementara ada tiga pimpinan negara belum.
“Kalau konfirmasi kehadiran, merujuk statement yang sudah dikeluarkan sejauh ini Bapak Presiden, sudah 17 yang mengkonfirmasi. Masih tiga lagi yang ditunggu,” kata Faizasyah, seraya menambahkan, demi keamanan, nama-nama negara tersebut tidak akan disebutkan.
“Saya tidak bisa mengkonfirmasi negara-negara mana saja, karena ini juga menyangkut aspek keamanan dan lain-lain yang perlu sangat dijaga hingga menjelang penyelenggaraan,” tuturnya.
Lebih lanjut Faizasyah mengatakan, Indonesia ingin memastikan suasana aman dan nyaman para pemimpin negara G20 saat KTT berlangsung.
“Sebagai Ketua G20, Indonesia memastikan, akan tercipta suasana yang aman, tertib, dan nyaman saat para leaders G20 berada di Indonesia pada saat KTT nanti,” tuturnya.
Sebelumnya, Jokowi mengungkap angka kehadiran pemimpin negara di KTT G20 sangat tinggi, di tengah situasi dunia yang dilanda ketidakpastian.