jaringberita.com -
Finlandia mengakhiri posisi netralnya setelah resmi menjadi anggota ke-31 Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Selasa (4/4/2023) karena merasa terancam akibat Invasi
Rusia di Ukraina.
Melansir Antara, Rabu (5/4/2023), Finlandia bersama-sama Swedia mendaftar menjadi anggota baru aliansi militer tersebut Mei tahun lalu guna mencari perlindungan dari Rusia melalui jaminan pertahanan kolektif NATO.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut keanggotaan Finlandia dalam aliansi itu sebagai kemajuan dalam menjaga keamanan Skandinavia dan NATO secara keseluruhan.
"Ini menjadi hari yang baik untuk keamanan Finlandia, untuk keamanan Skandinavia dan untuk NATO secara keseluruhan," katanya.
Namun, lamaran Swedia menjadi anggota NATO masih tertahan karena Turki yang menjadi salah satu anggota NATO menganggap Stockholm menolak mengekstradisi para tersangka teroris di negaranya.
Anggota NATO lainnya, Hungaria, juga berkeberatan dengan masuknya Swedia.
Kedua negara Skandinavia itu bergabung dengan Uni Eropa pada 1995, tetapi tidak bergabung dengan NATO demi menghindari provokasi Rusia yang menentang perluasan aliansi itu mendekati perbatasannya.
Akan tetapi, invasi Rusia di Ukraina sejak Februari tahun lalu telah mendorong NATO mempertimbangkan kembali status kedua negara Skandinavia itu dan melakukan langkah yang bisa mengubah lanskap geopolitik Eropa.