Perang Sudan WNI Hengkang, Peluru Lewat Di Atas Kepala saat Berjalan Kaki Menuju KBRI


Perang Sudan WNI Hengkang, Peluru Lewat   Di Atas Kepala saat Berjalan Kaki Menuju KBRI
rm
Para WNI dievakuasi tiba di Bandara Soekarno Hatta
Sejak tahun 1998 mengais rejeki di Sudan, baru kali ini benar-benar ketakutan. Sebab, kontrakannya di Arkaweet sempat terkena ledakan bom. Beruntung, dia tidak mendapat luka serius.

Melihat kondisi yang makin membahayakan keselamatannya, langsung meminta izin kepada majikannya yang lebih dulu mengungsi ke Mesir, untuk pulang ke Indonesia.

Bersama anak dan satu orang temannya, ia lebih dulu mencari perlindungan ke KBRI yang ada di Kota Khartoum. Tapi, tidak ada kendaraan yang beroperasi. Ia pun memutuskan jalan kaki meskipun dihujani peluru.

Sepanjang jalan, ia rela jadi tameng bagi anaknya. Dia sibuk merangkul dan menutup mata sang anak, karena di tengah jalan banyak mayat tergeletak. Selain khawatir kena peluru nyasar, dia juga takut anaknya mengalami trauma mendalam.

Setelah sampai di KBRI, Supartin menginap satu malam sambil menunggu WNI lain untuk diterbangkan ke Indonesia. Keesokan harinya, mereka baru diantar menggunakan bus ke Bandara Internasional Port Sudan Baru.

Di tengah jalan, rupanya nasib sial belum meninggalkan rombongan. Bus yang ditampanginya mengalami kecelakaan. Akibatnya, ada tiga orang WNI yang mengalami patah tulang. Mereka akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat dan gagal kembali ke Indonesia.

Alhasil, rombongan yang selamat dioper ke bus baru. Mereka langsung dibawa menuju bandara. Sayangnya, pesawat TNI yang menjemput tidak cukup untuk menampung semua penjuang devisa. Mereka akhirmya dibagi dalam dua grup.

Ada yang langsung ke Jeddah naik pesawat, ada juga yang via jalur laut. Setelah itu, baru mereka diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Ia mengaku kapok.

Penulis
: jrb
Editor
: Dedi

Tag: