Negara-negara ASEAN Lakukan Asesment Pascabencana Siklon Mocha Myanmar


Negara-negara ASEAN Lakukan Asesment Pascabencana Siklon Mocha Myanmar
Istimewa
Dampak Siklon Mocha di Myanmar

Siklon tropis Mocha yang menerjang beberapa wilayah Myanmar berdampak sangat besar tidak hanyak kerusakan infrastruktur atau bangunan, tetapi juga korban jiwa. AHA Centre atau ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management merilis data per 22 Mei 2023, tercatat korban meninggal dunia mencapai 145 jiwa, luka-luka 131 dan rumah rusak 234.147 unit.

Hingga kini penanganan darurat terus dilakukan oleh otoritas setempat, seperti di wilayah Sittwe, Ponnagyun atau pun Kyaktauw. Tampak aktivitas dari dinas pekerjaan umum yang disibukkan dengan perbaikan jaringan listrik.

Pemadaman listrik masih dirasakan di wilayah Rakhine yang terdampak bencama. Hal tersebut mengingat banyaknya kerusakan jaringan listrik yang tertimpa pohon atau pun robohnya tiang. Di samping itu, personel dari dinas pemadam kebakaran dan kepolisian memotong ranting pohon yang tumbang dan membersihkan puing-puing pohon maupun material bangunan.

Pascabencana sejumlah warga yang sempat evakuasi, seperti di Kyaktauw, telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Sementara sejumlah warga lain yang rumahnya rusak, khususnya pada bagian atap, melakukan perbaikan secara mandiri. Namun demikian, tampak atap-atap rusak pada rumah warga yang belum dibersihkan atau pun diperbaiki.

Pemerinah Myanmar menyatakan 17 township di Provinsi Rakhine dan 4 lainnya di Chin sebagai wilayah terdampak bencana siklon tropis Mocha dengan kecepatan angin 200 km/jam tersebut.

Sementara itu, AHA Centre merupakan organisasi yang diberikan mandat di kawasan Asia Tenggara untuk membantu negara anggotanya yang tertimpa bencana.

Selain dari Indonesia, personel ASEAN ERAT yang melakukan asesmen di Provinsi Rakhine ini berasal dari negara ASEAN lainnya, seperti Brunei Darussalam, Filipina, Singapura dan Thailand.

Editor
: Nata

Tag: