jaringberita.com -
Pascabencana
siklon
tropis
Mocha
yang
menerjang
wilayah
Myanmar,
ASEAN-ERAT
melakukan
assessment
yang
dipusatkan
di
Provinsi
Rakhine,
Rabu
(24/5/2023).
ASEAN-ERAT atau Emergency Response and Assessment Team yang dikoordinasikan AHA Centre terdiri dari 14 personel lembaga pemerintah, termasuk BNPB sebagai wakil Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya.
Selain wakil lembaga pemerintah, personel AHA Centre dan ASEAN Sekretariat menjadi bagian dari tim asesmen ini. Kegiatan asesmen berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 22 hingga 25 Mei 2023, dengan target asesmen pada beberapa wilayah di Provinsi Rakhine.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, wilayah yang menjadi sasaran asesment merupakan rekomendasi dari badan penanggulangan bencana Myanmar atau Department of Disaster Management (DDM).
ASEAN-ERAT yang diterjunkan terbagi menjadi 2 tim untuk menjangkau 4 wilayah atau township di Provinsi Rakhine.
"Wilayah setingkat kecamatan ini mencakup Kyauktaw, Ratheudang, Ponnagyun dan Sittwe," Kamis (25/5/2023).
Muhari menjelaskan, asesment tersebut bertujuan untuk membantu otoritas setempat dalam penanganan darurat bencana siklon tropis Mocha, yang salah satunya menerjang Provinsi Rakhine pada Minggu lalu (14/5/2023).
"Melalui asesment ini, penanganan darurat oleh Pemerintah Myanmar diharapkan dapat tepat sasaran dan berjalan efektif," jelasnya.
Selain sektor pangan, otoritas setempat juga menekankan pada pembukaan sekolah pada tanggal 1 Juni ini, pembersihan material bangunan dan pohon, serta perbaikan tiang maupun jaringan listrik di wilayahnya.