Jadwal Fenomena Matahari 2023


Jadwal Fenomena Matahari 2023
Ilustrasi. Sejumlah fenomena berkaitan dengan Matahari akan terjadi pada 2023. (REUTERSE)
Kulminasi

Selain tiga fenomena tersebut, ada satu fenomena lagi yang berkaitan dengan penanda Matahari, yakni kulminasi. Kulminasi secara umum merujuk kepada kondisi ketika Matahari mencapai titik tertinggi saat tengah hari.

Istilah kulminasi merujuk pada kondisi ketika Matahari berada di titik zenit atau tepat di atas suatu lokasi di permukaan Bumi.

Kulminasi disebut hanya terjadi di wilayah yang terletak di antara dua garis balik, yakni Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan.

Indonesia dan Ka'bah berada di wilayah tersebut, sehingga kedua wilayah ini mengalami kulminasi.

Salah satu fenomena yang berkaitan dengan kulminasi adalah Hari Meluruskan Kiblat atau Rasydulqiblah. Hari Meluruskan Kiblat adalah ketika Matahari berada di atas Ka'bah saat tengah hari yang terjadi dua kali setahun, yakni 27/28 Mei dan 15/16 Juli.

Fenomena tersebut dapat dimanfaatkan untuk meluruskan kiblat karena saat Matahari berada di atas Ka'bah ketika tengah hari. Pasalnya, bayangan benda di wilayah lain akan mengarah ke Ka'bah ketika kulminasi.

Di Indonesia, kulminasi akan terjadi selama 44 hari sejak 20 Februari hingga 5 April dan 8 September hingga 22 Oktober. Ekuinoks juga menjadi bagian dari Kulminasi Indonesia karena Indonesia dilalui garis khatulistiwa.

Beberapa kota di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa adalah Pasaman Barat, Koto Alam, dan Bonjol (Sumatera Barat), Pangkalan Lesung (Riau), Lipat Kain (Riau), Tanjung Teludas (Kepulauan Riau), Pontianak (Kalimantan Barat), Santan Hulu (Kalimantan Timur), Tinombo Selatan (Sulawesi Tengah), Kayoa (Maluku Utara) dan Raja Ampat (Papua Barat Daya).

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: