Cegah Nyontek, OpenAI Buat Pendeteksi Tulisan AI ChatGPT


Cegah Nyontek, OpenAI Buat Pendeteksi Tulisan AI ChatGPT
OpenAI meluncurkan Classifier untuk mendeteksi tulisan hasil karya ChatGPT. (Istockphoto/metamorworks)
Classifier OpenAI disebut menarik secara arsitektural. Itu karena platform ini merupakan model bahasa AI yang dilatih pada banyak contoh teks yang tersedia untuk umum dari situs.

Namun tidak seperti ChatGPT, classifier disesuaikan untuk memprediksi seberapa besar kemungkinan sepotong teks dihasilkan oleh AI, tidak hanya dari ChatGPT, tetapi model AI penghasil teks apa pun.

OpenAI telah melatih Classifier pada teks dari 34 sistem penghasil teks dari lima organisasi berbeda, termasuk OpenAI sendiri.

Teks ini dipasangkan dengan teks tulisan manusia yang serupa (tetapi tidak persis sama) dari Wikipedia, situs web yang diambil dari tautan yang dibagikan di Reddit, dan serangkaian teks buatan manusia yang dikumpulkan untuk sistem penghasil teks OpenAI sebelumnya.

Lihat Juga :

ChatGPT Diblok di Sekolah AS Buat Cegah Nyontek, RI Kapan?

Sebagai catatan, classifier OpenAI tidak berfungsi pada sembarang teks. Platform dibutuhkan minimal 1.000 karakter, atau sekitar 150 sampai 250 kata.

Selain itu, OpenAI mengatakan kemungkinan besar kesalahan klasifikasi dapat terjadi pada teks yang ditulis oleh anak-anak atau dalam bahasa selain bahasa Inggris, karena kumpulan data yang diteruskan ke bahasa Inggris.

Classifier sendiri akan memberi label dalam berbagai tingkat. Ia akan memberi label teks sebagai "very unlikely" dihasilkan AI (peluang kurang dari 10 persen), "unlikely" dihasilkan AI (antara 10 persen dan 45 persen kemungkinan);

Kemudian, "unclear if it is" dihasilkan AI (peluang 45 persen hingga 90 persen), "possibly" dihasilkan AI (peluang 90 persen hingga 98 persen) atau "likely" dihasilkan AI (peluang lebih dari 98 persen).

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: