Namun, tren angka kematian pada orang yang lahir antara tahun 1910 dan 1950 tampaknya berbeda. Kelompok ini mencapai penurunan tingkat kematian karena usia tua pada usia yang lebih tua dibandingkan kelompok sebelum tahun 1900-an, dan mereka tidak mengalami peningkatan kematian secara tiba-tiba pada usia tua atau setelah 50 tahun.
McCarthy menyebut temuan ini mengisyaratkan kita belum mencapai masa hidup manusia yang maksimal.
"Di sebagian besar negara yang kami teliti, kami memproyeksikan bahwa usia maksimum akan meningkat secara dramatis di masa depan," kata McCarthy.
"Hal ini akan menyebabkan rekor umur panjang akan terpecahkan dalam 40 tahun ke depan atau lebih," tambahnya.
Sebagai contoh, model ini memproyeksikan wanita Jepang tertua yang lahir pada tahun 1919 atau lebih baru memiliki setidaknya 50 persen peluang untuk hidup sampai usia 122 tahun atau lebih. Dan wanita Jepang tertua yang lahir pada tahun 1940 atau lebih baru, memiliki peluang 50 persen untuk melampaui usia 130 tahun.
Sebagai catatan, model ini secara kasar mencakup 50 tahun ke depan, dan tidak memprediksi bahwa semua orang di semua negara akan melampaui usia 150 tahun pada waktu itu. Kemudian, ahli menyebut masih banyak peneliti yang kurang sepakat dengan kesimpulan penelitian ini.