4 Tahanan Tewas dalam Peristiwa Kebakaran Penjara di Iran


4 Tahanan Tewas dalam Peristiwa Kebakaran Penjara di Iran
Twitter
Kebakaran penjara di Iran

jaringberita.com - Sebanyak 4 tahanan tewas dan 61 terluka dalam kebakaran di penjara Evin Teheran, Iran, Sabtu (15/10/2022).

Dilansir dari Okezone, Minggu, (16/10/2022), pihak berwenang mengatakan, 4 korban ini sebelumnya berada dalam kondisi kritis dan tewas karena menghirup asap.

Kebakaran di penjara Evin yang terkenal di Teheran terjadi di tengah kerusuhan yang sedang berlangsung yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun saat berada dalam tahanan polisi moral Iran sebulan yang lalu.

Protes telah berubah menjadi salah satu tantangan paling berani bagi kepemimpinan ulama sejak revolusi 1979, dan telah disambut dengan tindakan keras yang brutal.

Sebelum pihak berwenang menerbitkan jumlah korban tewas akibat kebakaran, keluarga dari beberapa tahanan politik turun ke media sosial untuk meminta pihak berwenang memastikan keselamatan tahanan di Evin, yang pada tahun 2018 dimasukkan dalam daftar hitam oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) karena "pelanggaran hak asasi manusia yang serius".

Pihak berwenang Iran mengatakan pada Sabtu bahwa bengkel penjara telah dibakar "setelah perkelahian di antara sejumlah tahanan yang dihukum karena kejahatan keuangan dan pencurian".

Evin menahan banyak tahanan yang menghadapi tuduhan keamanan, termasuk warga Iran dengan kewarganegaraan ganda. Rekaman Evin yang ditayangkan di televisi pemerintah beberapa jam kemudian menunjukkan petugas pemadam kebakaran memeriksa sebuah bengkel dengan kerusakan akibat kebakaran di atap. Itu juga menunjukkan narapidana di bangsal mereka tampaknya "tidur karena ketenangan telah dipulihkan".

Atena Daemi, seorang aktivis hak asasi manusia mengatakan, bahwa kerabat tahanan yang ditahan di bagian perempuan telah berkumpul di penjara untuk jam kunjungan rutin, tetapi pihak berwenang telah menolak akses mereka, yang mengakibatkan kebuntuan.

Kerabatnya diberitahu bahwa para tahanan "baik-baik saja, tetapi teleponnya rusak", menurut Daemi.

Ketika keluarga mengatakan mereka tidak akan pergi sampai mereka (tahanan) menelepon, memberi mereka ponsel untuk dihubungi, penjaga keamanan mengonfrontasi keluarga," cuitnya di Twitter, sebagaimana dilansir Reuters.

Dalam rekaman yang disiarkan di televisi pemerintah, seorang pejabat penjara mengatakan narapidana telah diizinkan untuk menghubungi keluarga mereka.

Editor
: Nata

Tag: