Dengan mengacu kepada kinerja mata uang rupiah dan harga emas saat ini, sambungnya, maka emas ditransaksikan dikisaran 964 ribu per gramnya atau turun jika dibandingkan dengan kinerjanya sepekan yang lalu, di mana kala itu ditransaksikan dikisaran 973 ribu per gramnya.
"Padahal harga emas dunia di hari yang sama pekan lalu dikisaran $2.022 per ons troy atau hanya mengalami penurunan sebesar 0.6% saja," ujarnya.
Tetapi, lanjut Gunawan, justru dikarenakan penguatan rupiah, harga emas dalam rupiah pada hari ini turun sekitar 0.9%. Secara keseluruhan tekanan pada harga emas yang terjadi selama pekan ini tidak berlangsung lama.
"Karena secara fundamental harga emas masih dalam tren naik dalam jangka pendek," katanya.
Sementara itu, IHSG yang sempat melemah hingga ke level 6.741 pada awal pekan ini, pada hari ini ditutup di level 6.798,96. Walau demikian IHSG pada hari ini ditutup lebih rendah 0.18% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Kinerja IHSG masih terombang ambing menjelang rilis data inflasi di AS.
"Pasar saham masih menanti bagaimana arah kebijakan Bank Sentral AS nantinya," imbuhnya.
Gunawan menambahkan, pelaku pasar juga saat ini masih menunggu rilis data inflasi AS yang akan menjadi fokus pasar selanjutnya. Begitu juga mata uang rupiah juga demikian, menanti sikap Bank Sentral AS dalam minutes yang akan disampaikan di akhir pekan.
"Volatilitas pada bursa saham, mata uang maupun emas di akhir pekan ini akan sangat bergantung dari data inflasi maupun testimoni yang akan disampaikan oleh The FED," pungkasnya.