Bantu Dongkrak UMKM Naik Kelas
Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah ikut membantu usaha Kadin mendongkrak produk UMKM naik kelas. Bantuan yang dimaksud, yakni berupa identifikasi perencanaan dan proyek percontohan di daerah-daerah.
Kemudian, Pemerintah juga memberikan bantuan dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) seperti banyak yang diminta oleh UMKM.
“Jumlah KUR tahun ini Rp 373 triliun dan akan dinaikkan tahun depan menjadi Rp 460 triliun, sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Airlangga.
Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan, jumlah kredit yang akan disalurkan bagi usaha menengah dipastikan naik.
Selama ini, hanya sekitar Rp 1.200 triliun. Nah, ini akan dinaikkan plafonnya menjadi Rp 1.800 triliun pada 2024.
Arsjad Rasjid mengatakan, melalui gerakan kemitraan inklusif untuk UMKM naik kelas, Kadin mengajak stakeholders, khususnya perusahaan-perusahaan besar berkolaborasi dengan UMKM.
“Kami mengajak bergotong-royong demi menguatkan pertumbuhan tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia, yakni UMKM,” ajak Arsjad.
Menurut Arsjad, dengan jumlahnya yang mencapai 64,2 juta, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun, UMKM memiliki kontribusi sangat besar terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan ekonomi Indonesia.
Arsjad menuturkan, saat ini dunia dihadapi dengan gejolak ekonomi. Utamanya dipicu perang Ukraina dan Rusia.
Kondisi ini menyebabkan inflasi dan krisis rantai pasok, krisis pangan dan energi. Akibatnya, ekonomi dunia diperkirakan akan turun menjadi 2,9 persen dari 5,7 persen tahun ini.
Bos Indika Energy ini khawatir, kondisi tersebut berpotensi menurunkan permintaan dan omzet perusahaan.
Tantangan itu sangat berdampak pada kelangsungan dunia usaha terutama pada UMKM yang masih relatif rentan terhadap gejolak ekonomi.
“Karena itu, Kadin dan perusahaan besar bersedia mengandeng UMKM sebagai mitranya,” pungkas Arsjad