Rupiah dan Harga Emas Sulit Nanjak, IHSG Dibayangi Penurunan Harga Komoditas


Rupiah dan Harga Emas Sulit Nanjak, IHSG Dibayangi Penurunan Harga Komoditas
istockphoto
Ilustrasi

"Selain Inflasi ada data indeks pembelian manufaktur di tanah air," katanya.

"Sejauh ini angkanya masih diatas 50 atau masuk periode ekspansif. Penurunan kinerja indeks tersebut sangat berpeluang untuk memberikan tekanan pada kinerja pasar saham di tanah air. Dan belakangan ini, sektor manufaktur China yang terkontraksi juga sangat berpeluang menekan kinerja pasar keuangan di tanah air," jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Gunawan, sebaiknya pelaku pasar mewaspadai data manufaktur tersebut karena memberikan gambaran terkait dengan kinerja manufaktur di tanah air, dan tentunya jadi cermin aktifitas ekonomi dengan skala yang lebih luas.

"Dalam sepekan kedepan saya memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.500 hingga 6.650. Disisi lain mata uang rupiah akan ditransaksikan dalam rentang 14.930 hingga 15.070 per US Dolar dalam sepekan," ujarnya.

Sementara itu untuk harga emas, diproyeksikan akan mengalami tekanan dalam rentang $1.900 hingga $1.950 per ons troynya.

Karena, tambahnya, dilema yang dihadapi AS saat ini, di mana data ketanagakerjaan masih membaik sekalipun inflasi tinggi, memicu ketidakpastian apakah suku bunga acuan akan kembali dinaikkan atau justru membiarkan AS masuk dalam jurang resesi.

"Dan untuk sementara dilema tersebut cenderung merugikan kinerja harga emas," pungkasnya.

Editor
: Nata

Tag: