Kinerja BankMandiri terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only, telah menyentuh 23,28 persen atau naik 822 basis poin (bps) secara yoy. Sementara posisi Net Interest Margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,42 persen.
Tak hanya itu, upaya transformasi digital BankMandiri juga telah membuahkan hasil yang positif.
Hasil ini tercermin dari transaksi digital BankMandiri melalui Livin’ dan Kopra by Mandiri yang tumbuh signifikan. Tercatat saat ini Livin’ by Mandiri telah diunduh lebih dari 18 juta kali dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
Melalui serangkaian inovasi yang dilakukan dalam setahun terakhir, aplikasi perbankan super lengkap milik BankMandiri ini telah mampu melayani 500 juta transaksi. Adapun nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal III-2022 telah menembus Rp 630 triliun atau tumbuh sekitar 50 persen yoy.
Sedangkan untuk layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, telah berhasil mengelola Rp 13.420 triliun transaksi hingga kuartal III-2022 atau tumbuh 27 persen yoy.
Pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, yang kini telah hadir dalam versi mobile app, meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun terakhir menjadi 68 ribu pengguna.
Kehadiran Livin’ dan Kopra by Mandiri turut menyumbang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya dana murah yang signifikan.
“Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan BankMandiri telah berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan, dengan tren yang terus membaik,” tegas Darmawan.
Tak heran, total DPK BankMandiri tumbuh positif 12,13 persen dari Rp 1.213,99 triliun di kuartal III-2021, menjadi Rp 1.361,30 triliun di akhir kuartal III-2022. Yang diitopang oleh peningkatan dana tabungan yang naik 15,1 persen menjadi Rp 533 triliun secara konsolidasi.
Tidak berhenti di situ, transformasi digital BankMandiri juga dilakukan dengan mendigitalisasi kantor cabang untuk mengoptimalkan layanan kepada nasabah. Bertajuk Smart Branch, bank berlogo pita emas ini telah mentransformasi 241 kantor cabang di seluruh Indonesia.