Proyek Kereta Cepat Harus Terus Berjalan

Masih Lebih Efisien Ketimbang Ditunda

Proyek Kereta Cepat Harus Terus Berjalan

Di sela-sela acara State Owned Enterprise (SOE) International Conference di Bali, Selasa (18/10), Tiko menyampaikan bahwa kereta cepat ini akan diluncurkan Juni 2023.

Nantinya, stasiun kereta cepat Halim akan terintegrasi dengan moda transportasi lain. Seperti LRT Jabodebek (Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), KRL Jabodetabek, hingga MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta.

Titik temu antara transportasi publik itu, ada di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM), di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

“Orang dari Dukuh Atas ke Halim 15 menit naik LRT. Sampai sana, pindah platform ke Kereta Cepat ke Bandung, totalnya 1 jam 10 menit lah,” bebernya.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan, pihaknya bersama KCIC dan seluruh stakeholder akan berupaya sebaik mungkin agar pembangunan KCJB berjalan dengan lancar.

“Saat ini progress pembangunan KCJB secara keseluruhan mencapai 88,8 persen. Diharapkan operasionalnya dapat dilakukan pada Juni 2023,” kata Didiek melalui siaran pers, Jumat (15/10).

Ia menilai, hadirnya kereta cepat ini tidak hanya menjadi alternatif transportasi baru yang menghubungkan kedua wilayah, tetapi meningkatkan perekonomian di wilayah yang dilalui.

Dalam setiap prosesnya, kata dia, perseroan akan selalu bersikap transparan terhadap seluruh aspek dalam pembangunan KCJB agar sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, agar operasional dapat dilaksanakan tepat waktu.

Untuk kesiapan sarana, saat ini sudah tiba di Depo Tegalluar sebanyak tiga rangkaian yaitu dua rangkaian Electric Multiple Unit dan satu rangkaian Comprehensive Inspection Train. Total keseluruhan mencapai 12 rangkaian ditargetkan akan tiba di Indonesia pada Maret 2023.

Sedangkan untuk kesiapan prasarana, saat ini sedang dikerjakan pemasangan rel kereta api dari arah Bandung menuju Jakarta. Serta penyelesaian pemasangan girder box atau gelagar hingga pembangunan subgrade.

Termasuk Overhead Catenary System (OCS) atau peralatan listrik aliran atas, juga sudah mulai terpasang.

Tak hanya itu, pihaknya juga tengah menyelesaikan LRT Jabodebek yang nantinya akan terkoneksi dengan KCJB di kawasan Halim Perdanakusuma. Selanjutnya, LRT Jabodebek akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya, seperti Commuter Line dan bus.

Selain itu, seperti dilansir dari RM.id, KAI juga sedang menyiapkan KA Feeder beserta ruang tunggunya yang akan berhenti di Stasiun Padalarang, Cimahi, dan Bandung.

“Layanan ini disediakan untuk memudahkan pelanggan Kereta Api Cepat yang ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah Cimahi, maupun pusat Kota Bandung,” tukasnya.


Tag: