Prahara Ekonomi Amerika Serikat Bakal jadi Kabar Buruk Bagi IHSG dan Rupiah


Prahara Ekonomi Amerika Serikat Bakal jadi Kabar Buruk Bagi IHSG dan Rupiah
istockphoto
Ilustrasi

"Saya melihat potensi tekanan pada bursa saham khususnya saham saham sektor perbankan. Pelaku pasar perlu mewaspadai potensi tekanan tersebut," imbuhnya.

Gunawan berpendapat, karena keruntuhan Bank terbesar di AS ini, seakan mengulang masa suram krisis yang sempat terjadi pada tahun 2008 sebelumnya.

"Dengan tekanan yang cukup besar pada bursa saham global belakangan ini, saya menilai IHSG berpeluang untuk menguji level 6.600 di pekan ini. Sentimen buruk dari sillicon valley bank, masih akan mempengaruhi kinerja bursa saham di banyak Negara termasuk IHSG," ucapnya.

Selanjutnya mata uang rupiah diproyeksikan juga berpeluang untuk mengalami pelemahan pada perdagangan pekan ini. Tren US Dolar yang menguat seiring dengan tingginya inflasi membuat pasar kian mengkuatirkan daya tarik US Dolar di pasar keuangan global. Rupiah sendiri di pekan ini diperkriakan bergerak dalam rentang 15.400 hingga 15.600 per US Dolarnya.

Sementara untuk harga emas sendiri, tambah Gunawan, diproyeksikan akan menguat meskipun dibayangi dengan laju inflasi AS yang bisa saja merealisasikan angka di atas ekspektasi. Namun emas diyakini tidak akan begitu tertekan, karena pada dasarnya emas sangat diuntungkan dengan gejolak ekonomi di AS saat ini.

"Emas sendiri diproyeksikan akan bergerak dalam rentang $1.835 hingga $1.900 per ons troy nya," pungkasnya.

Editor
: Nata

Tag: