Petani Padi di Sumut Belum Rasakan Kenaikan HPP Gabah


Petani Padi di Sumut Belum Rasakan Kenaikan HPP Gabah
istockphoto
Ilustrasi

Pada dasarnya indeks harga yang diterima oleh petani tanaman holtikultura masih berada di atas 100 atau tepatnya di 100.16. Namun sayang tergerus oleh indeks harga yang harus dibayar oleh petani yang mencapai 115.56.

"Dimana pengeluaran untuk bercocok tanam dan pengeluaran sehari-hari masih lebih tinggi dibandingkan dengan hasil panen," katanya.

Gunawan menambahkan, untuk nilai tukar petani peternakan (NTPT) indeksnya juga di bawah 100 pada bulan Maret kemarin. Dia memaparkan NTPT di bulan Maret sebesar 97.68 atau mengalami kenaikan sebesar 1.26% dibandingkan Februari. Namun NTPT juga tergerus oleh lebih tingginya pengeluaran dibandingkan dengan pendapatan dari penjualan hewan ternak.

"Secara keseluruhan memang NTP petani di Sumut tetap naik di bulan Maret, kenaikannya sebesar 1.26% di level 127.40, tetapi masih disumbang oleh petani perkebunan seperti karet, kopi maupun kelapa sawit. Dominasi perkebunan cukup terlihat dan NTP keseluruhan terlihat bagus, sehingga tidak bisa mewakili kondisi ketahanan pangan di wilayah Sumut," pungkasnya.

Editor
: Nata

Tag: