jaringberita.com - Lebaran Idul Fitri tinggal menghitung hari, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Sibolga pun memonitoring ketersediaan dan harga pangan di sejumlah pasar.
"Tidak ada kenaikan harga sembako, dan situasi ini, telah membuktikan kebijakan Pemko Sibolga dan TPID mengintervensi pasar melalui pasar murah, berhasil mengendalikan inflasi," kata wakil Wali Kota, Pantas Lumban Tobing, Selasa (18/04/2023) kemarin.
Meski ketersediaan pangan mencukupi dan harga terkendali, Pantas mengimbau warga agar tidak berbelanja kebutuhan dasar berlebihan, dapat memicu terjadi inflasi (kenaikan harga barang dan jasa).
"Jangan panic buying. Pedagang juga diingatkan untuk tidak berlaku curang dengan sengaja melakukan penimbunan barang. Kami sudah meminta polisi agar menindak tegas spekulan," ujarnya.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Yuliansah Andrias, mengaku optimis dengan upaya pengendalian inflasi di Sibolga.
"Memang, di akhir Maret lalu, Sibolga alami deflasi (harga-harga secara umum menurun) minus 0,66 persen. Deflasi (sumbangan) nya berasal dari beberapa komoditi pangan," ucapnya.