jaringberita.com - Disebut Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) gagal dan mangkrak terbantahkan. Faktanya, hasil panen bawang putih Kelompok Tani Ria Kerja melimpah.
Baca berita menarik lainnya !!!
Gawat ! Bantuan KIP Untuk Mahasiswa Labuhanbatu Lagi Disidik Kejaksaan
Disambut sumringah. Hasil panen bawang putih pada program Food Estate (FE) berlokasi di Desa Riaria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mampu menghasilkan 2,1 ton dari luasan lahan 0,3 hektare.
Ketua Kelompok Tani Ria Raja, Amintas Lumbangaol membenarkan panen bawang putih mereka cukup membuat kelompok taninya bahagia. Karena, kali ini hasil panen bawang putih mereka meningkat.
Dimana, dengan luasan lahan 0,3 hektare saja bisa menghasilkan 2,1 ton. Dari, hasil sebelumnya mencapai 4,5 ton per hektare.
Baca juga !!!
Sejumlah Pejabat Pemkab Deliserdang Dimutasi, Kadis Kominfostan Menjadi Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB
Dikatakan, petani sangat beruntung karena hasil panen meningkat. Bayangkan, kata Rein, dilahan 0,3 hektare bisa mencapai 2,1 ton. Artinya, sudah lebih naik lagi, kalau satu hektare dia berarti sudah dapat hasil sekitaran 7 ton basah.
Dikatakan, keberhasilan penanaman ini tidak terlepas dari kerjasama mereka ke pihak PT Parna Raya. Dimana, PT Parna Raya membantu petani dengan cara membeli hasil panen dari petani pemilik lahan.
Selain pembelian, PT Parna Raya juga ikut membantu petani Food Estate dalam sarana dan prasarana, mulai pengelolaan hingga pupuk.
Tidak hanya disitu saja, PT Parna Raya ini juga ikut membayar perharinya petani dengan besaran Rp 80 ribu perhari dalam mengelola pertanian dilahan pertanian miliknya sendiri.
" Jadi beruntung kerjasama dengan PT Parna Raya. PT Parna Raya bayar pekerja, pupuk hingga biaya olahan lahan," ungkapnya diterima redaksi Kamis (2/3).
Menurutnya, sejak lahan tidur didaerahnya ini menjadi program nasional dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo , ada perubahaan dirasakan masyarakat petani.
Dimana, karena program tersebut mampu memberikan perubahaan dengan mendongrak roda perekonomian mereka.
"Sarana diberikan pemerintah, kami juga diberikan kerjasama dengan pihak perusahaan, cuma dalam untuk suksesnya kan belum ada 100 persen , itukan biasa," ujarnya.
Sekaitan sorotan bahwa program lahan food estate banyak yang bilang gagal, hingga Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan beserta jajarannya yang saat berkunjung menyebut gagal dan mangkrak, Amintas membantah.
'Siapa yang bilang gagal? Siapa yang bilang mangkrak? Kami tidak setuju, tanyalah langsung ke kami kalau mau tahu sebenarnya," tegas Lumbangaol.
Lanjut dia, seharusnya Wakil Bupati Humbahas berterimakasih kepada Presiden RI Joko Widodo atas program lumbung pangan ini ada di Kabupaten Humbahas yang sangat membantu petani lokal.
"Minggu depan kita akan panen kentang. Kita harap, yang bilang gagal dan mangkrak agar datang dan bersama-sama untuk ikut panen," tegasnya.
Selain membantah, ia juga sangat miris melihat cara Wakil Bupati memainkan bawang putih dalam permainan lato-lato. " Itu sama saja menghina kami para petani. Kami sudah capek bertani, tapi jangan hina kami dengan cara seperti itu," ungkapnya.