jaringberita.com - Rilis data pertumbuhan ekonomi China di kuartal pertama tahun 2023 diproyeksikan akan membaik dari kahir tahun kemarin yang sebesar 2.9%. Sejauh ini perkiraan paling optimis ekonomi China akan tumbuh 4% YoY di kuartal pertama tahun ini.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, membaiknya data perekonomian di China akan menjadi salah satu pendorong membaiknya kinerja indeks bursa saham di Asia.
Di sisi lain, akan ada beberapa agenda penting yang akan menjadi fokus perhatian pasar di pekan ini, salah satunya adalah rapat dewan gubernur Bank Indonesia, dan rilis data neraca perdagangan bulan Maret.
"Untuk besaran bunga acuan Bank Indonesia, diproyeksikan BI akan tetap mempertahankan besarannya di level 5.75%," ungkapnya, Senin (17/4/2023).
Sementara untuk neraca dagang RI diperkirakan akan menyusut dari posisi bulan Februari sebesar $5.5 Milyar menjadi $4 Milyar. Kedua agenda penting tersebut diperkirakan tidak akan banyak memberikan pengaruh besar terhadap pasar keuangan karena pasar akan lebih mencermati data neraca perdagangan yang trennya mengecil tersebut.
"Sebab data tersebut akan lebih banyak dijadikan sebagai tolak ukur dalam melihat tren perkembangan dagang belakangan ini," jelasnya.
Akan tetapi, tutur dia, pasar keuangan di Tanah Air akan memasuki libur panjang mulai hari Rabu (19/4/2023) mendatang, sehingga hanya menyisakan perdagangan dua hari selama pekan ini. Sementara itu sejumlah agenda ekonomi di Negara lain pada pekan ini diperkirakan akan lebih memberikan tekanan pada pasar keuangan global.
"Sehingga saya melihat pasar keuangan di Tanah Air akan lebih banyak mengalami tekanan dibandingkan dengan sebaliknya. Musim libur panjang pada Rabu hingga Selasa depan akan lebih banyak pelaku pasar mengantisipasi beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Seperti sikap pejabat Gubernur Bank Sentral AS yang belakangan justru bernada hawkish serta beberapa agenda serta variable lain yang sulit diproyeksikan," terangnya.
Gunawan menambahkan, untuk mata uang Rupiah dan IHSG rentan mengalami koreksi terbatas di pekan ini. Sementara harga emas juga akan rehat dari tren kenaikannya dan berpeluang untuk mengalami koreksi terlebih dahulu.
Rupiah berpeluang bergerak dalam rentang 14.650 hingga 14.800, sementara IHSG masih berpeluang terkoreksi dikisaran 6.730. Sementara harga emas diproyeksikan akan berkonsolidasi dikisaran $2.000 per ons troy nya.
"Namun potensi terkoreksi hingga ke level $1.975 masih cukup terbuka. Kinerja pasar keuangan global selama liburan tetap akan terus menjadi pantauan dan diperhitungkan, baik untuk memasuki libur panjang atau justru saat pasar dibuka nanti setelah libur panjang," pungkasnya.